TEHERAN – Menteri Pertahanan Iran mengonfirmasi kabar yang menyebutkan negaranya telah melakukan uji coba rudal baru. Tetapi, dia menegaskan tes tersebut tidak melanggar perjanjian nuklir yang disepakati dengan negara besar dunia maupun Dewan Keamanan PBB.
“Tes yang dilakukan baru-baru ini sejalan dengan rencana kami dan kami tidak mengizinkan orang asing untuk mencampuri urusan pertahanan kami,” kata Menteri Pertahanan Iran, Hossein Deghan sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (2/2/2017).
Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, Iran telah melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah pada Minggu, 29 Januari. Rudal itu meluncur sejauh lebih dari 1.000 kilometer sebelum akhirnya meledak.
Iran telah melakukan sejumlah uji coba rudal sejak disepakatinya perjanjian nuklir dengan enam negara besar dunia. Tetapi, ini pertama kalinya uji coba dilakukan pada masa Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump yang langsung memberikan reaksi keras.
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Selasa, 31 Januari mengatakan, uji coba tersebut tidak dapat diterima. Sedangkan Dewan Keamanan PBB menyarankan dilakukannya pengkajian terkait uji coba rudal tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah menggunakan rudal balistiknya untuk menyerang negara lain. Rudal tersebut merupakan satu-satunya deterrence, penghalang yang dimiliki negara Islam itu dari musuh-musuhnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.