BANYUASIN - Seorang nakhoda dilaporkan hilang setelah kapal yang ia tumpangi bersama tiga anak buah kapal (ABK), bertabrakan dengan Tugboat Santika 88 di perairan Sei Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, semalam.
Nakhoda dan tiga ABK berasal dari Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin. Mereka adalah Ajedin (nakhoda), Deni (32), Riki (14), Ipan (13).
Kapolres Bayuasin AKBP Andri Sudarmadi menjelaskan, Tugboat Santika 88 dalam perjalan menarik tongkang dari perairan Jambi menuju Palembang. Tiba di Sei Sembilang, cuaca buruk melanda. Angin kencang dan ombak mencapai 1,5 meter.
Nahas, nahkoda tugboat tidak melihat kapal nelayan yang dibawa Ajedin, hingga terjadi tabrakan. "Kru tugboat baru tahu ada tabrakan setelah diberitahun kru tongkang, ada orang minta tolong," kata AKBP Andri.
Penyelamatan langsung dilakukan. Tiga anak buah kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan terluka. "Ketiganya berhasil diselamatkan tapi nahkoda kapal nelayan belum ditemukan," terang Kapolres.
Untuk mencari korban hilang dikerahkan enam personel Sat Polair Banyuasin dan 13 personel Dit Polair Polda Sumsel, serta nelayan setempat dengan menggunakan 1 kapal Dit Pol Air dan 3 unit Speedboat 40 PK. "Pencarian sempat dihentikan sementara karena cuaca buruk," katanya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.