SEOUL – Korea Selatan (Korsel) pernah memberikan laporan yang menyatakan Korea Utara (Korut) memiliki beberapa lokasi khusus di wilayahnya yang difungsikan untuk membuat senjata kimia. Seorang pengamat pertahanan Korsel mengindikasikan salah satu senjata kimia yang dibuat merupakan toksin yang digunakan untuk membunuh kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam.
AFP mewartakan, Kementerian Pertahanan Korsel pada 2014 pernah merilis laporan yang menyebut Korut memulai produksi senjata kimianya semenjak 1980-an. Diperkirakan saat itu, Korut sudah memiliki persediaan 2.500 hingga 5.000 ton senjata kimia.
Fasilitas produksi senjata kimia tersebut tersebar di delapan lokasi. Salah satunya berlokasi di wilayah Pelabuhan Chongjin dan Kota Sinuiju. Pengamat pertahanan di Korsel, Lee Il-woo menuturkan, Korut memiliki banyak stok toksin VX.
“Korut diduga memiliki banyak persediaan VX yang dapat dengan mudah dibuat dengan biaya murah,” ujar Il-woo, sebagaimana dikutip dari AFP, Sabtu (25/2/2017). Ia menambahkan, pembuatan VX hanya membutuhkan laboratorium kecil atau pabrik untuk memproduksi pestisida.
Toksin yang diklaim digunakan tersangka pembunuhan Kim Jong-nam tersebut bila terserap masuk ke kulit, mata, atau hidung, maka dapat merusak sistem saraf pusat sang korban yang berujung pada kematian.
Profesor ilmu militer di Hannam University, King Jong-ha mengatakan, Korut memiliki 16 jenis gas saraf, termasuk VX dan sarin. Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa Korut juga memiliki 13 jenis senjata biologis berbahaya, termasuk antraks dan penyakit pes.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.