Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

RAJA SALMAN: Delegasi Saudi Biasa Bawa Rombongan Besar

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Selasa, 28 Februari 2017 |10:15 WIB
RAJA SALMAN: Delegasi Saudi Biasa Bawa Rombongan Besar
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: Malaysia Stylo News))
A
A
A

JAKARTA - Kehebohan mewarnai publik Indonesia setidaknya sepekan terakhir. Musababnya, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan mengunjungi Indonesia.

Tak seperti lawatan kenegaraan para pemimpin dunia pada umumnya, Raja Salman memboyong rombongan dalam jumlah besar. Tidak tanggung-tanggung, ada 1.500 orang dalam rombongan Raja Salman. Di antara mereka ada 10 menteri dan 25 pangeran Kerajaan Arab Saudi.

Kargo logistik Raja Salman dan rombongan tiba pekan lalu di Bandara Halim, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Selain rombongan yang amat besar, Raja Salman juga membawa logistik sendiri. Bahkan, untuk mengangkut semua keperluan Raja Salman dan rombongan selama di Jakarta dan Bali, setidaknya lima pesawat kargo dipakai. Di antara logistik itu, ada dua eskalator portabel dan dua unit mobil mewah.

Eskalator portabel yang dibawa Raja Salman ke Indonesia. (Foto: Istimewa)

Tak heran, agenda kunjungan Raja Salman ini pun disebut sebagai Mega Kunjungan. Penyebab lainnya, sudah 47 tahun Raja Arab Saudi tidak berkunjung ke Indonesia yang merupakan sahabat lama.

Ketua Pusat Studi Hubungan Indonesia-Timur Tengah, Muhammad Ja'far, menyebut, membawa rombongan besar memang sudah menjadi budaya delegasi Arab Saudi saat mereka berkunjung ke mana pun.

"Banyaknya rombongan kan karena banyak aspek artifisial, misalnya untuk urusan dekorasi, kuliner. Mereka harus eksklusif, jadi anggota makin banyak dibawa. Beda dengan delegasi negara lain yang lebih simpel," ujar Ja'far saat berbincang dengan Okezone.

Meski euforia Mega Kunjungan, masifnya rombongan dan logistik Raja Salman menyita perhatian publik, Ja'far mengingatkan untuk tidak terlalu fokus pada hal-hal tersebut. Sebaiknya, publik Indonesia fokus pada agenda-agenda riilnya saja.

"Soal investasi, misalnya, seberapa serius dan riil rencana itu serta bagaimana mereka merealisasikan janji investasi tersebut. Selebihnya, jumlah rombongan atau agenda berlibur ke Bali, itu bagian dari diplomasi, tapi bukan inti diplomasinya sendiri," tegas Ja'far.

Petugas mengecek kargo logistik Raja Salman. (Foto: Istimewa)

Ia menambahkan, kunjungan Raja Salman ke Indonesia sejatinya tidak hanya untuk mengukuhkan persahabatan tulus poros Saunesia. Agenda besar yang diusung rombongan Raja Salman, ujarnya, adalah kepentingan ekonomi.

"Tetapi mereka juga pasti perlu datang untuk membandingkan konteks antara Timur Tengah dan Asia Tenggara. Sebaliknya, Indonesia jangan hanya fokus pada Saunesia, tetapi melihat prospek dan potensi kerjasama dengan negara Timur Tengah lainnya," ujar Ja'far.

Sebagian logistik dibawa langsung ke Bali. (Foto: Istimewa)

Raja Salman akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret. Selama tiga hari pertama, Raja Salman akan berada di Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo. Kemudian, Raja Salman akan menghabiskan enam hari berikutnya di Bali.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement