Dalam drama teatrikal yang dihelat komunitas Djokdjakarta 1945 itu, Heru juga mengenakan seragam kamuflase “Frogskin” yang sedikit banyak juga dipakai ayahnya semasa berkarier di kemiliteran.
“Kesannya pakai seragam loreng seperti bapak (Idjon Djanbi), rasanya campur aduk,” ungkapnya kepada Okezone pada Senin 6 Maret 2017 malam.
“Ada satu kebanggan di saat satu komunitas bisa memadukan sejarah dengan cara seperti ini di negeri kita. Bahkan ingin kita agendakan event seperti ini juga di AKBM (Anak Komando Baret Merah). Paling tidak, untuk mengingat sejarah negeri ini,” imbuhnya.