Prihatin dengan kondisi Mali, Masyarakat Filipina kemudian menandatangani sebuah petisi ditujukkan untuk pemerintah. Petisi tersebut isinya meminta Mali dipindahkan ke tempat baru. Tempat di mana si gajah malang itu bisa menhabiskan sisa hidupnya dengan lebih nyaman. Petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 120 ribu kali.
Sementara itu, kelompok pecinta hewan PETA mendeskripsikan Mali sebagai gajah paling 'menyedihkan' dan 'kesepian' di dunia.
"Setiap harinya gajah akan menghabiskam 20 jam untuk bergerak dan bersosialisasi dengan gajah lain. Tapi kandang Mali sangat kecil dan sempit," ujar juru bicara PETA sebagaimana dilansir dari Metro, Rabu (15/3/2017).
Mali di Kandang Sempitnya. (Foto: PETA)