Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Air Sedunia, Kondisi Sungai di Indonesia Memprihatinkan

Hari Istiawan , Jurnalis-Rabu, 22 Maret 2017 |10:47 WIB
Hari Air Sedunia, Kondisi Sungai di Indonesia Memprihatinkan
Foto: dok. Okezone
A
A
A

Kerusakan DAS yang terjadi menurut laporan tersebut, mengakibatkan kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sedimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.

Kerusakan Daerah Aliran Sungai juga mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai. Terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan. Pencemaran air sungai di Indonesia juga menjadi masalah tersendiri yang sangat serius.

Dwi Sawung, Pengkampanye Perkotaan dan Energi, Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai hingga kini belum ada upaya yang berdampak signifikan terhadap penanganan pencemaran sungai terutama di sektor pencemaran akibat limbah indsutri maupun limbah domestik.

“Penanaman-penanaman pohon di bagian hulu juga tidak akan berdampak kalau alih fungsi lahan di hulu tidak dihentikan,” kata Dwi Sawung saat dihubungi Okezone, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, penegakan hukum terhadap industri yang membuang limbahnya ke sungai-sungai juga masih lemah. Dari ratusan industri yang membuang limbah ke sungai hanya sebagian kecil saja yang masuk ke ranah hukum. “Penegakan hukum dan pengawasan terhadap industri yang mencemari sungai masih lemah,” ujarnya.

Dwi Sawung menyontohkan, Walhi pernah menang di pengadilan tingkat satu dan dua terhadap industri yang mencemari sungai. Di pengadilan itu juga diperintahkan untuk mencabut pembuangan limbah cair ke sungai namun perusahaan itu masih tetap membuang limbah cair ke sungai.

Sedangkan untuk penanganan limbah domestik juga perlu dibuat sistem pengelolaan, terutama kota-kota besar di Jawa agar limbah domestik yang dibuang ke sungai tidak mencemari. “Penegakan hukum masih lemah terhadap industri pencemar sungai,” kata dia.

Hari ini 22 Maret merupakan peringatan Hari Air Sedunia. Yuk kita bangun kesadaran pentingnya menjaga dan melestarikan sungai agar alam tidak murka.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement