Share

Kandidat Pro-China Memenangi Pemilu Hong Kong

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 26 Maret 2017 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 26 18 1651476 kandidat-pro-china-memenangi-pemilu-hong-kong-OfGJGCfhSN.jpg Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam (Foto: Kin Cheung/Associated Press)

HONG KONG – Kandidat pro-China, Carrie Lam, terpilih sebagai Pemimpin Eksekutif Hong Kong berikutnya menggantikan Leung Chung-yin. Perempuan mantan pejabat tinggi pemerintah itu menyisihkan dua kandidat lain yakni John Tsang dan Woo Kwok-hing.

Seperti diwartakan Asian Correspondent, Minggu (26/3/2017), Carrie Lam memperoleh 777 suara dari komite elektoral. Perempuan berkacamata tersebut unggul jauh dari John Tsang di tempat kedua yang meraih 365 suara dan Woo Kwok-hing di posisi buncit dengan 21 suara.

Namun, kemenangan Carrie Lam tampaknya akan dianggap sebagai sebuah kontroversi. Sebab, ia selalu berada di belakang John Tsang dalam setiap jajak pendapat. Carrie Lam bahkan diprediksi hanya meraih 30% suara dari komite elektoral dibandingkan John Tsang yang diyakini meraih 47% suara.

Lam dipilih oleh 1.200 anggota komite elektoral yang dipenuhi kubu pro-China dan loyalis pro-kemapanan. Komposisi tersebut memunculkan kabar bahwa Pemerintah China melakukan intervensi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Hong Kong. Beijing diyakini melobi komite untuk memenangkan Carrie.

Unjuk rasa sempat dilakukan ratusan ribu orang untuk memprotes intervensi China. Suhu politik di Hong Kong dalam beberapa tahun ini memanas. Demonstrasi besar-besaran pada 2014 yang diprakarsai oleh mahasiswa menjadi penyebabnya. Beruntung, tuntutan untuk penyelenggaraan pemilu secara terbuka dipenuhi oleh Pemerintah China.

Sejak kembalinya Hong Kong ke tangan China dari Inggris pada 1997, Beijing meningkatkan kontrol ke wilayah tersebut. Padahal, Negeri Tirai Bambu sempat menjanjikan kebebasan serta otonomi yang lebih luas di bawah formula ‘Satu Negara, Dua Sistem’.

Sebagian besar warga khawatir Carrie Lam akan melanjutkan kebijakan keras dari pemimpin eksekutif petahana Hong Kong, Leung Chun-ying. Ia dianggap tidak akan mempertahankan status otonomi Hong Kong. Bekas koloni Inggris itu diyakini lebih membutuhkan sosok populer seperti John Tsang yang dapat menyatukan serta menurunkan suhu politik. 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini