Untuk itu, semua penduduk sekitar harusnya dievakuasi. Namun yang terjadi, tidak seorang otoritas pun diberitahu soal insiden di dalam reaktor nuklir itu sampai tiga jam berlalu. Sebagaimana operator di dalam reaktor sibuk sendiri memperbaiki kesalahan.
Akan tetapi, ketika berita tersebut akhirnya menyebar luas, insiden serius itu justru disepelekan. Dalam hitungan hari, tingkat radiasi di Three Mile Island meluas ke seperempat kabupaten. Sementara tingkat radiasi sudah meluas, operator reaktor terus sibuk berbenah. Mencoba mengendalikan situasi.
Meski agak terlambat, Gubernur Pennsylvania Richard Thornburgh akhirnya menanggapi serius. Dia memerintahkan semua perempuan hamil dan anak-anak dievakuasi dari kawasan yang sudah terkontaminasi.
Presiden Jimmy Carter dan Gubernur Pennsylvania Richard Thornburgh mengunjungi reaktor nuklir Three Mile Island. (Foto: dok. Komisi Regulator Nuklir AS/PHMC)
Penangananan di dalam reaktor terus berlanjut. Baru pada 31 Maret, masalah sebenarnya ditemukan. Reaktor nuklir tersebut berangsur-angsur pulih, ancaman kebocoran pun berakhir.
Presiden AS Jimmy Carter mengunjungi reaktor nuklir tersebut pada 1 April. Carter adalah seorang teknisi nuklir terlatih, dia pernah membantu menyelesaikan masalah yang menimpa reaktor nuklir di Kanada. Kedatangan sang presiden menenangkan warga. Namun demikian, kawasan di sekitarnya baru bisa dinyatakan sepenuhnya aman untuk dihuni lagi pada 9 April.