RASANYA hampir tidak ada orang di jagat raya yang tidak mengenal minuman bersoda merk Coca Cola. Cairan hitam dengan berkarbonasi itu dikonsumsi oleh orang-orang di berbagai negara di seantero dunia setiap harinya.
Perusahaan Coca Cola telah menjadi sebuah bisnis global yang memperkerjakan hampir 130 ribu karyawan dan merupakan salah satu perusahaan terbesar dan terkaya di dunia. Tetapi, asal mula berdirinya Coca Cola ternyata tidak semanis nasibnya saat ini.
Minuman terkenal itu ditemukan oleh John Pemberton, seorang apoteker yang ikut bertempur di Pihak Konfederasi dalam Perang Sipil Amerika. Pada pertempuran Columbus 1865, Pemberton mengalami luka mematikan yang memaksanya menggunakan morfin sebagai penghilang rasa sakit untuk waktu yang lama. Untungnya, Pemberton selamat, tetapi sayang dia segera mengalami ketergantungan yang parah terhadap morfin.
Pemberton mencoba menggunakan keahliannya di bidang obat-obatan untuk menyembuhkan ketergantungannya, dan mulai bereksperimen dengan berbagai jenis tanaman termasuk koka. Pada 1886, setahun setelah Pertempuran Columbus, Pemberton mulai menjual minuman beralkohol yang dinamakan “Anggur Koka Prancis Pemberton” yang diproduksi di apotek pribadinya. Dalam waktu singkat, minuman yang dipromosikan sebagai penghilang rasa sakit, antidepresan, dan aprosidiak itu segera meraih kepopuleran.
Namun, pada 1886, Wilayah Atlanta menerapkan undang-undang kesederhanaan yang melarang warganya untuk memproduksi, membeli atau menjual alkohol. Hal ini sangat mempengaruhi perusahaan Pemberton yang terpaksa mengubah produknya menjadi minuman non-alkohol.
Bersama rekannya dan teman dekatnya Willy E. Venable, pria klahiran Knoxville itu menyempurnakan resep rahasianya yang terkenal dan mendaftarkan Perusahaan Coca Cola. Meski pada awalnya, produk baru mereka itu akan dipromosikan sebagai obat, mereka secara tidak sengaja mencampurkan sirup bahan dasarnya dengan air berkarbonasi dan memutuskan menjual minuman itu sebagai minuman soda penyegar.
Meski awalnya tidak begitu populer, Pemberton tahu produknya akan laku di kemudian hari, dan menjual hak resep rahasianya kepada rekan bisnisnya di Atlanta. Masalah lain yang dialami Pemberton adalah Coca Cola tidak menyembuhkan ketergantungannya akan morfin dan hal ini membuat kondisi kesehatan Pemberton semakin cepat menurun.
Mahalnya morfin juga dengan cepat menyedot uang Pemberton yang berusaha memuaskan kecanduannya. Karena hal ini juga, pada saat dia meninggal akibat kanker perut pada 1888, John Pemberton telah jatuh miskin.
Pemberton sempat mewariskan sejumlah saham kepada anaknya yang bernama Charles Pemberton. Sayangnya, Charles Pemberton junior ternyata juga memiliki kecanduan parah terhadap morfin dan menjual sahamnya di Perusahaan Coca Cola. Pemberton junior meninggal enam tahun setelah ayahnya tanpa sempat menyaksikan kepopuleran yang luar biasa dari Coca Cola
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.