Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Raja Norwegia Bersumpah Tak Menikah Jika Dilarang Meminang Sang Pujaan Hati

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 05 April 2017 |08:01 WIB
KISAH: Raja Norwegia Bersumpah Tak Menikah Jika Dilarang Meminang Sang Pujaan Hati
Ratu Sonja dan Raja Harald V dari Norwegia. (Foto: Royal House of Norway)
A
A
A

MELIHAT sejarah kerajaan-kerajaan di dunia, seperti ada sebuah peraturan tak tertulis yang mewajibkan seorang penguasa dan penerusnya untuk mencari dan menikah dengan pasangan yang berasal dari keluarga kerajaan atau bangsawan. Praktek biasanya dilakukan sebagai bagian dari diplomasi dan upaya mencapai kepentingan nasional suatu negara.

Seringkali, pernikahan seperti itu digunakan untuk memperkuat pengaruh keluarga kerajaan dengan membangun sebuah aliansi strategis. Dalam kondisi ini, perasaan dan pilihan pribadi tidak lagi menjadi salah satu pertimbangan.

Namun, hal itu mulai berubah pada seabad terakhir, dan semakin banyak penguasa dan keluarga kerajaan yang memutuskan untuk mencari pasangan dan menikah dengan orang yang mereka cintai tanpa peduli latar belakang. Bahkan, beberapa raja dan ratu yang berkuasa saat ini memiliki pasangan yang berasal dari kalangan rakyat biasa.

Salah satu dari mereka adalah Raja Norwegia, Harald V yang menikahi gadis dari kalangan rakyat biasa, Sonja Haraldsen, putri dari seorang pedagang baju. Tetapi, Sonja yang kini telah menjadi Ratu Norwegia ternyata menempuh perjalanan yang tidak mudah untuk bisa hidup berdampingan bersama Harald.

Sonja yang lahir pada 4 Juli 1937 di Oslo, Norwegia adalah putri dari Karl August Haraldsen. Dia besar di Oslo dan menempuh pendidikan di bidang bahasa Prancis, Inggris dan Seni Sejarah dari Universitas Oslo.

Dikisahkan Vintage News, Rabu (5/4/2017), Harald yang saat itu masih berposisi sebagai seorang pangeran bertemu dengan Sonja di sebuah pesta pada 1959 dan keduanya langsung jatuh cinta. Sayangnya, hubungan mereka adalah hubungan yang terlarang karena perbedaan status, di mana seorang putra mahkota dilarang seorang perempuan jelata.

Ayah Harald, Raja Norwegia Olav V selama bertahun-tahun telah berusaha membujuk putranya untuk menikah dengan seorang gadis keturunan keluarga kerajaan. Meski Raja Olav V tidak membenci Sonja sebagai pilihan putranya dia khawatir pernikahan putranya dengan gadis biasa akan berdampak pada Harald sendiri.

Namun, Harald tidak peduli pada keberatan ayahnya dan tetap berkomitmen kepada Sonja. Harald muda menyatakan kebulatan tekadnya untuk menikahi sang pujaan hati dan menegaskan kepada ayahnya bahwa dia tidak akan menikah seumur hidupnya kecuali dengan Sonja. Jika hal itu terjadi, maka garis keturunan Olav V akan berakhir karena Harald adalah anak satu-satunya dan pewaris tunggal tahta kerajaan.

Setelah sembilan tahun membujang, Pangeran Harald akhirnya mendapat persetujuan dari sang ayah untuk menikahi Sonja. Keduanya menikah pada 29 Agustus 1968 di Oslo dan sejak saat itu, Sonja resmi menjadi Putri Norwegia.

Pada 1991 gelar itu berubah seiring dengan pengangkatan Harald menjadi Raja Norwegia. Bersama-sama mereka melakukan perjalanan keliling Norwegia dan memantapkan diri sebagai monarki di dunia internasional. Komitmen mereka terhadap Norwegia tidak perlu dipertanyakan, sesuai dengan moto Harald, “Alt for Norge” yang berarti “Semua untuk Norwegia”.  

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement