ABDURRAHMAN (AR) Baswedan tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, budayawan dan wartawan. Tokoh pergerakan peranakan Arab ini juga merupakan salah satu diplomat ulung di saat republik kita belum lama lahir lewat Proklamasi 17 Agustus 1945.
Kakek Anies Baswedan ini memang bukan gerilyawan yang mempertahankan republik dari rongrongan Belanda dengan mengangkat senjata. Melainkan dengan hati, tekad dan pemikiran-pemikirannya.
Sosoknya sarat jasa, meski tak banyak yang mengenalnya macam Ir Soekarno atau Mohammad Hatta. Salah satu kisah fenomenalnya tercatat kala jadi bagian delegasi RI saat “tur” ke negara-negara anggota Liga Arab, hingga mendapatkan pengakuan resmi de facto dan de jure pertama untuk RI dari Mesir, medio April 1947.
Sebagaimana yang dituliskan Sutarmin di buku ‘Abdul Rahman Baswedan: Karya dan Pengabdiannya’, kakek Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu sempat bikin marah H Agus Salim, pemimpin delegasi RI di Mesir akibat sering ‘keluyuran’.
Keluyuran Sosialisasikan & Promosikan Kemerdekaan RI di Mesir
Tapi jangan dibayangkan dulu ‘keluyuran’ yang seperti apa. Yang pasti bukan kayak anak muda zaman sekarang ya. AR Baswedan sempat dimarahi H Agus Salim, lantaran sebuah tugas.