nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konflik Memanas, Plt Keraton Gusti Puger Diusir Keluar Keraton

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 16 April 2017 00:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 16 512 1668513 konflik-memanas-plt-keraton-gusti-puger-diusir-keluar-keraton-PVWN0KGIYn.jpg Ist

SOLO – Konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta jelang peringatan kenaikan takhta atau Jumenengan mencapai puncaknya dengan terusirnya Pelaksana Tugas (Plt) Keraton Kasunanan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger dari dalam Keraton.

Pengacara KGPH Puger, Asri Purwanti mengatakan, pengusiran Puger serta putra-putri PB XII yang duduk di dalam Lembaga Kraton penuh kejanggalan.

Selain pengusiran itu tidak ada dasar putusan pengadilan, posisi pihak terusir dari dalam Keraton saat itu tengah memenuhi undangan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di sebuah restoran.

Tak hanya itu, Asri menyayangkan penggeledahan yang dilakukan polisi di kantor Gusti Puger. Asri justru mempertanyakan penggeledahan itu apakah sudah mengantongi penetapan dari pengadilan atau tidak.

Pasalnya, Gusti Puger dilaporkan pada Polda terkait masalah Lembaga Kraton itu masih dalam tahap klarifikasi pada Senin lusa.

"Klien kami baru diklarifikasi pada Senin lusa, lah kok mereka (polisi) sudah menggeledah kantor klien kami. Apakah penggeledahan itu ada penetapan pengadilan," papar Asri saat ditemui Okezone, Sabtu (15/4/2017).

"Dalam hal ini klien kami sangat terzolimin. Diduga pengusiran dan penggeledahan itu sangat melebihi kewenangannya (polisi). Kok sepertinya Gusti Puger kayak teroris diperlakukan seperti itu. Dia itu pejabat Kraton," imbuhnya.

Menurut Asri, kronologis pengusiran itu berawal saat rombongan Kapolda datang ke dalam Keraton, sekira pukul 08.00 WIB.

Saat rombongan petinggi Polda itu tiba di Keraton diikuti kedatangan puluhan anggota Kepolisian bersenjata lengkap yang langsung menyebar ke tiap-tiap gang Keraton.

Tak hanya itu, banyak abdi dalem yang dipaksa keluar dari dalam Kraton. Padahal saat itu, ungkap Asri, para abdi dalem itu tengah latihan menari Bedhaya Ketawang untuk acara Bedhaya Ketawang.

"Tak lama kemudian, para Gusti keluar dari dalam Kraton melalui Kori Magangan untuk memenuhi undangan Wantimpres terkait permasalahan konflik Kraton di restoran," terang Asri.

Karena tak memiliki pikiran akan terusir dari dalam Kraton, ungkap Asri, para Gusti itupun, termasuk Gusti Puger memenuhi undangan dari Wantimpres, sekira pukul 13.00 WIB.

Asri mengaku tak tahu apa isi pertemuan antara keluarga Kraton dengan Wantimpres di restoran Diamon. Namun dari kronologi yang ditulis putra Gusti Puger, pertemuan itu sendiri berlangsung selama 4 jam.

"Setelah pertemuan itu selesai, merekapun kembali ke Kraton. Namun setibanya di Kraton, mereka dilarang masuk oleh petugas kepolisian dengan alasan atas perintah atasan," ujarnya.

Asri menambahkan,karena terusir dari dalam Kraton, saat ini Gusti Puger bersama keluarganya memilih tidur di Masjid Agung. Atas kondisi ini, pihaknya selaku kuasa hukum akan segera mengambil langkah-langkah hukum. Termasuk akan membawa masalah ini ke PBB.

"Pertama saya akan melayangkan surat protes, mempertanyakan dasar pengusiran tanpa ada putusan pengadilan. Kedua, saya pun akan membuat surat yang akan saya layangkan ke Presiden, Kapolri dan lembaga lainnya termasuk PBB, biar dunia internasional tahu dan untuk mencari keadilan. Saat ini Gusti Puger dan keluarga memutuskan untuk tidur Masjid Agung," pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini