"Dalam hal ini klien kami sangat terzolimin. Diduga pengusiran dan penggeledahan itu sangat melebihi kewenangannya (polisi). Kok sepertinya Gusti Puger kayak teroris diperlakukan seperti itu. Dia itu pejabat Kraton," imbuhnya.
Menurut Asri, kronologis pengusiran itu berawal saat rombongan Kapolda datang ke dalam Keraton, sekira pukul 08.00 WIB.
Saat rombongan petinggi Polda itu tiba di Keraton diikuti kedatangan puluhan anggota Kepolisian bersenjata lengkap yang langsung menyebar ke tiap-tiap gang Keraton.
Tak hanya itu, banyak abdi dalem yang dipaksa keluar dari dalam Kraton. Padahal saat itu, ungkap Asri, para abdi dalem itu tengah latihan menari Bedhaya Ketawang untuk acara Bedhaya Ketawang.
"Tak lama kemudian, para Gusti keluar dari dalam Kraton melalui Kori Magangan untuk memenuhi undangan Wantimpres terkait permasalahan konflik Kraton di restoran," terang Asri.