Dari kedua adiknya itu, kini hanya Maisarah yang masih bertahan. Sementara Sudianarni sudah dipanggilng Yang Maha Kuasa pada 2008.
Indayani dan Maisarah ada dua dari sejumlah warga pengidap thalesmia di Aceh. Mereka tiap bulan harus mendapat pasokan darah dalam tubuhnya agar bisa bertahan hidup.
Thalasemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor kelainan genetik. Orang tua sebagai pembawa gen thalasemia yang ditularkan untuk anak. Namun biasanya orang tua tidak menunjukkan gelaja gangguan tersebut.
Tubuh si penderita biasanya tidak mampu memproduksi sel darah merah dan hemoglobin secara normal. Artinya, thalasemia sebagai kerusakan produksi sel darah atau struktur hemoglobin dan protein di dalam sel darah merah.
Kondisi ini membuat penderita thalasemia mengalami pusing akibat energi yang dibawa hemoglobin tidak cukup. Tranfusi darah terpaksa dilakukan untuk kembali mendapatkan jumlah sel darah merah dalam angka yang normal.
Begitupun Indah, gadis yang sedang menempuh pendidikan di Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh ini mengalami hal yang sama.