Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Tetapkan Tersangka Tawuran Berdarah Antar-Pelajar di Klaten

Bramantyo , Jurnalis-Kamis, 04 Mei 2017 |17:45 WIB
Polisi Tetapkan Tersangka Tawuran Berdarah Antar-Pelajar di Klaten
Ilustrasi tawuran (Okezone)
A
A
A

KLATEN – Polisi menyangkal adanya korban jiwa dalam tawuran antarpelajar saat merayakan kelulusan di Klaten, Jawa Tengah, pada 2 Mei 2017. Dalam peristiwa itu, hanya delapan korban luka-luka. Seorang siswa dijadikan tersangka atas tawuran tersebut.

Kapolres Klaten, AKBP M Darwis mengatakan, beberapa siswa hanya mengalami luka-luka saat konvoi anarkis merayakan kelulusannya. Jumlah korban yang teridentifikasi hingga kini hanya delapan orang mengalami luka serius. Beberapa siswa lainnya hanya luka biasa dan menjalani rawat jalan saja.

"Kita masih melakukan identifikasi barangkali masih ada korban lain akan kita cari terus dan akan kita periksa juga tersangkanya," kata Darwis kepada wartawan di Klaten, Kamis (4/5/2017).

Total pelajar yang diamankan polisi pascatawuran sebanyak 136 orang dan sudah diinterograsi. Polisi masih memeriksa intensif enam pelajar dari luar kota yang diduga sebagai kelompok pemicu tawuran. Satu di antaranya sudah dinaikkan status jadi tersangka dan ditahan.

"Satu orang dijadikan tersangka karena ditemukan membawa senjata tajam. Sedangkan lainnya sedang diperdalam keterlibatannya di TKP yang lain," lanjut Darwis.

Hasil pemeriksaan sementara ternyata ada satu orang yang sudah tidak berstatus pelajar, namun ikut konvoi berinisial. Pemuda berinisial RS (20) asal Sleman itu merupakan alumni.

"Kita sudah mulai meminta keterangan dari korban juga orangtuanya mulai hari ini. Karena dikhawatirkan jika sebelumnya langsung dimintai keterangan mereka masih mengalami trauma," tegasnya.

Polisi masih menyelidiki motif para pelajar luar Klaten itu berberkonvoi di luar daeranya. Termasuk kenapa siswa tersebut bisa membawa sajam saat lakukan konvoi hingga memicu bentrokan fisik dengan siswa asal Klaten.

"Kita imbau pada seluruh masyarakat dan segenap komponen untuk ikut mengawasi adik-adik kita (pelajar) dalam menuntut ilmu di sekolah," ucapnya.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement