“Naik sepeda juga masih kuat kalau sekarang mah. Seperti dulu aja ketika membantu Jepang jadi Keiho dari mulai 1944,” lanjut Kaswinah berkisah.
Membantu Jepang ternyata maksudnya jadi salah satu pemuda pribumi yang dipercaya polisi khusus Jepang alias Kempeitai. Kaswinah sebagai salah satu anak kepala desa setempat, dipercaya jadi Keibodan (Pembantu Polisi) alias Keiho seperti yang disebutkannya di atas.
“Tahun 1944 banyak teman-teman, kakak saja juga ikut Jepang jadi Kaigun (Heiho Angkatan Laut. red). Sementara saya yang di sini ikut disuruh bantu polisi Jepang, KMP (Kempeitai) jadi Keibodan untuk penunjuk jalan,” tambah tokoh LVRI dan Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Kabupaten Indramayu itu.
“Orang Jepangnya mah ada yang bisa bahasa kita (bahasa Indonesia). Kalau ada tugas apa-apa, saya disuruh jadi penunjuk jalan ikut mereka naik sepeda. Kalau upah, kadang-kadang aja seadanya mereka buat ngasih saya. Rata-rata kalau dikasih seringgit sama mereka,” sambung Kaswinah lagi.
Tapi kemudian Kaswinah memilih ikut MA Sentot yang membentuk Pemuda Pelopor. Kaswinah diajaknya ikut barisan pemuda itu, hingga mereka sama-sama menggabungkan diri dengan Divisi Siliwangi yang lahir 20 Mei 1946.