Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Kisah Petarung Pantura Kaswinah, dari Kempeitai hingga Pasukan Setan

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 06 Mei 2017 |10:16 WIB
NEWS STORY: Kisah Petarung Pantura Kaswinah, dari <i>Kempeitai</i> hingga Pasukan Setan
Prada (Purn) Kaswinah, veteran Divisi Siliwangi asal Indramayu eks anggota Pasukan Setan pimpinan MA Sentot (Foto: Randy Wirayudha)
A
A
A

“Naik sepeda juga masih kuat kalau sekarang mah. Seperti dulu aja ketika membantu Jepang jadi Keiho dari mulai 1944,” lanjut Kaswinah berkisah.

Membantu Jepang ternyata maksudnya jadi salah satu pemuda pribumi yang dipercaya polisi khusus Jepang alias Kempeitai. Kaswinah sebagai salah satu anak kepala desa setempat, dipercaya jadi Keibodan (Pembantu Polisi) alias Keiho seperti yang disebutkannya di atas.

“Tahun 1944 banyak teman-teman, kakak saja juga ikut Jepang jadi Kaigun (Heiho Angkatan Laut. red). Sementara saya yang di sini ikut disuruh bantu polisi Jepang, KMP (Kempeitai) jadi Keibodan untuk penunjuk jalan,” tambah tokoh LVRI dan Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Kabupaten Indramayu itu.

“Orang Jepangnya mah ada yang bisa bahasa kita (bahasa Indonesia). Kalau ada tugas apa-apa, saya disuruh jadi penunjuk jalan ikut mereka naik sepeda. Kalau upah, kadang-kadang aja seadanya mereka buat ngasih saya. Rata-rata kalau dikasih seringgit sama mereka,” sambung Kaswinah lagi.

Tapi kemudian Kaswinah memilih ikut MA Sentot yang membentuk Pemuda Pelopor. Kaswinah diajaknya ikut barisan pemuda itu, hingga mereka sama-sama menggabungkan diri dengan Divisi Siliwangi yang lahir 20 Mei 1946.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement