SALAH satu pendiri negara Amerika Serikat (AS), Benjamin Franklin, memiliki sebuah cerita unik. Pria kelahiran Boston itu pernah sengaja menyamar sebagai janda tua agar tulisannya dapat dimuat oleh harian yang didirikan sang kakak, James Franklin.
Benjamin Franklin dikenal luas sebagai orang yang mencintai kebebasan berpendapat dan demokrasi. Pria kelahiran 17 Januari 1706 itu bahkan sudah mulai menjadi aktivis politik dan hak-hak sipil sejak usia remaja, tepatnya 15 tahun.
Di usia remaja, Benjamin Franklin sudah mempelajari trik-trik perdagangan serta mengembangkan pola pikir politik sendiri. Pada waktu hampir bersamaan, tepatnya pada 1721, James Franklin mendirikan “The New England Courant”, harian pertama di koloni Inggris yang independen.
Harian tersebut mempersilakan para pembacanya untuk mengirimkan tulisan ke redaksi dan banyak di antara surat serta tulisan dari pembaca yang dimuat. Para pembaca biasanya mengomentari isu-isu politik terkini serta mempertahankan kebebasan berpendapat.
Komentar-komentar di harian tersebut memukau Benjamin Franklin. Ia berharap agar opininya turut dimuat di harian sang kakak. Namun, James menolak untuk menaikkan komentar sang adik karena dianggap terlalu muda untuk berkecimpung dalam sengketa politik.
Benjamin Franklin jelas kecewa dengan keputusan sang kakak. Akan tetapi, ia dengan cepat berhasil menipu sang kakak dan dewan redaksi harian tersebut. Ia mengirim surat dengan nama samaran, Nyonya Silence Dogood, seorang janda paruh baya.