Surat dengan nama samaran tersebut langsung dimuat dan menjadi sangat populer di kalangan pembaca. Mereka kemudian mendukung penuh kebebasan berpendapat serta keadilan yang setara bagi kalangan borjuis dan masyarakat miskin.
Benjamin akhirnya mengakui tipus muslihat tersebut kepada kakaknya. Tentu saja James Franklin marah besar dan berupaya menghukumnya. Akan tetapi, James kemudian dihukum penjara pada 1722 karena menerbitkan kritik kepada Gubernur Massachusetts. Benjamin diizinkan untuk menggantikan posisi sang kakak sebagai pemimpin redaksi harian The New England Courant.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Benjamin Franklin menerbitkan komentar panjang dan kontroversial yang isinya membela kebebasan berpendapat sang kakak serta menyerang kebijakan ketat dan tidak adil tersebut. Di ujung tulisan, ia mengutip tulisan berjudul ‘Cato’s Letters’ yang dikarang oleh John Trenchard dan Thomas Gordon.
“Tanpa kebebasan dan pemikiran tidak akan ada yang namanya kebijaksanaan dan tidak ada yang namanya kebebasan publik tanpa kebebasan berpendapat,” tulis Benjamin Franklin, mengutip dari The Vintage News, Senin (8/5/2017).
Kendati demikian, Benjamin Franklin tetap takut menerima akibat dari tulisan tersebut. Ia lalu memutuskan untuk melarikan diri dari Massachusetts. Benjamin meninggalkan harian milik kakaknya dan memilih untuk mengakhiri masa magang meski bertentangan dengan keinginan James.
Benjamin Franklin lalu menetap di Philadelphia, Pennsylvania. Dari sana, ia memulai karier politik cemerlang yang membawanya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah Amerika Serikat.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.