Penjaga Pantai Libya Cegah 300 Pengungsi yang Hendak ke Eropa

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Kamis 11 Mei 2017 04:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 11 18 1688485 penjaga-pantai-libya-cegah-300-pengungsi-yang-hendak-ke-eropa-tUfwUF9Xln.jpg Ratusan imigran dicegah masuk ke Eropa oleh Penjaga Pantai Lybia. (Foto: Reuters)

TRIPOLI - Penjaga Pantai Libya menghentikan laju sebuah kapal kayu yang mengangkut 300 pengungsi yang hendak berlayar ke Eropa. Seluruh pengungsi tersebut kemudian dikembalikan ke Ibu Kota Tripoli.

Seorang juru bicara Penjaga Pantai Libya, Ayoub Qassem menyatakan, kapal imigran tersebut dihentikan di wilayah laut utara Lybia. Kapal itu diketahui sengaja dikejar dan dihentikan oleh Otoritas Lybia. Namun, penghentian tersebut sempat mengalami kendala dan konflik karena dihalangi oleh organisasi penyelamat non-pemerintah.

Kapal Imigran. (Foto: Reuters)

"Organisasi penyelamatan internasional yang dikenal dengan Sea-Watch mencoba menghalangi pekerjaan kami dalam upaya untuk membawa para imigran. Mereka mengklaim bahwa Libya tidak aman untuk migran," ujar Qassem sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (11/5/2017).

Semantara itu, menanggapi tudingan tersebut pihak Sea-Watch mengatakan, bahwa Penjaga Pantai Lybia telah melakukan aksi yang berbahaya dan mengancam keselamatan pengungsi. Aksi yang dimaksud tersebut adalah tindak pengejaran dan manuver kapal yang berbahaya dari kapal Penjaga Pantai Lybia (NOG).

Para imigran dikembalikan ke Tripoli. (Foto: Reuters)

"Tanpa peringatan apapun, mereka melakukan manuver kepada kapal para imigran. Mereka melakukan manuver yang sangat berbahaya dan bahkan hampir menabrak kapal kami, serta membahayakan kru kami,"terang perwakilan Sea-Watch, Neugebauer.

Libya sendiri merupakan titik keberangkatan utama bagi para migran yang berharap bisa bisa mencapai Eropa melalui laut. Negara tersebut telah mengalami kekacauan selama bertahun-tahun sehingga para migran yang tinggal di sana mencoba mencari kehidupan yang lebih baik. Tercatat sebanyak 181 ribu imigran membuat perjalanan pada 2016 ke Italia dan meningkatkan arus imigran setinggi 30%. (rav)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini