Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Ketika Bung Karno Berkisah Sering Tidur di Antara Buku & Majalah

Randy Wirayudha , Jurnalis-Minggu, 14 Mei 2017 |16:04 WIB
NEWS STORY: Ketika Bung Karno Berkisah Sering Tidur di Antara Buku & Majalah
Presiden pertama RI Ir Soekarno (Foto: gahetna.nl)
A
A
A

GADGET vs literatur. Indonesia punya lebih dari 200 juta rakyat yang sekira 60 jutanya punya gadget. Sayangnya menurut UNESCO atau Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan menilai, minat baca penduduk negeri kita cuma 0,001!

Masih kurang bikin melotot? Bagaimana kalau Anda tengok kajian yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016, di mana mereka melakukan studi “Most Littered Nation in the World".

Hasilnya? Peringkat minat baca masyarakat Indonesia berada di peringkat 60...dari 61 negara! Posisi Indonesia tepat di bawah Thailand (59) dan satu urutan lebih baik dari Botswana di peringkat 61.

Padahal bertahun-tahun lampau “Bapak Negara” kita Presiden pertama RI Ir Soekarno, sudah sering melantangkan nasihat akan pentingnya membaca. Enggak harus baca buku.

Membaca majalah atau surat kabar pun faedahnya tetap sama, yakni sebagai jendela dunia. Bung Karno tidak sekadar kasih nasihat, kasih wejangan. Bung Karno pribadi yang teaching by example alias mengajarkan, menasihatkan lewat keteladanan.

Seperti saat Presiden Soekarno berpidato di hadapan para wartawan di Istana Bogor, 25 November 1965. Presiden Soekarno bukan bermaksud pamer, melainkan sebagai contoh bahwa dia punya buku serta literatur lain yang tak terhingga jumlahnya, hingga menyesaki kamar tidurnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement