Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Jeffrey Hudson, Kurcaci dari Kerajaan Inggris yang Menentang Perbudakan

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Rabu, 24 Mei 2017 |08:00 WIB
KISAH: Jeffrey Hudson, Kurcaci dari Kerajaan Inggris yang Menentang Perbudakan
Jeffrey Hudson dan Keluarga Raja Charles I serta Ratu Henrietta Maria. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

Begitulah cerita bagaimana seorang Jeffrey Hudson bisa menjadi orang yang dekat dengan pihak kerajaan. Kala itu, Ratu Maria tinggal terpisah dari suaminya. Hal ini karena ia merupakan seorang Katolik Roma. Ketegangan antara umat Katolik dan Protestan tengah memanas saat itu.

Sayangnya, hal yang menyedihkan bagi Hudson yaitu para kurcaci diperlakukan layaknya hewan peliharaan. Kondisi fisik mereka membuat mereka dianggap bukanlah manusia sepenuhnya. Selain Hudson dan terdapat dua kurcaci lainnya yang tinggal di Danish House atau kediaman Ratu Maria. Dan juga ada seorang manusia raksasa bernama William Evans. Ia dianggap sebagai raksasa karena mengalami kelebihan pertumbuhan.

Kemudian pada 1630, Ratu Maria mengirim delegasi ke tanah airnya, Prancis, untuk mencari seorang bidan guna merawat kehamilan pertamanya. Hudson yang saat itu berusia 10 tahun turut dalam rombongan. Tetapi ketika perjalanan pulang, Hudson ditangkap oleh bajak laut yang bertugas di bawah bendera Spanyol sebagai bagian dari perang yang sedang diperjuangkan di Selat Inggris antara Belanda dan Spanyol. Beruntung setelah bajal laut Dunkrik selesai melakukan penjarahan kapal sang ratu, mereka memutuskan untuk membebaskan para sandera termasuk Hudson.

Tujuh tahun kemudian, Hudson kembali melakukan perjalanan di benua Eropa dan menjadi saksi pengepungan Kota Breda di Belanda yang dikuasai orang-orang Spanyol oleh Pangeran Frederick Henry bersama tentara Inggris. Kemenangan ini merupakan salah satu poin penting dari perang antara Spanyol dan Belanda, tapi ini juga merupakan titik penting dalam kehidupan Hudson.

Bunyi letupan senjata dan aksi para tentara saat berperang membuat Hudson terpesona dan berniat untuk mempelajarinya. Ia kemudian menerima pelatihan menembak dan menunggang kuda di rumah ratu tak perduli dengan kekurangan fisiknya. Kemudian perang sipil antara Raja Charles dan pihak anggota parlemen, Oliver Cromwell pecah di Inggris. Pada kesempatan ini, Hudson ditunjuk sebagai Kapten Kuda atau kapten kavaleri. Awalnya banyak yang menganggap lelucon atas pemilihan Hudson ini, namun ia sendiri menganggap ini sebagai hal yang serius.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement