Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Jeffrey Hudson, Kurcaci dari Kerajaan Inggris yang Menentang Perbudakan

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Rabu, 24 Mei 2017 |08:00 WIB
KISAH: Jeffrey Hudson, Kurcaci dari Kerajaan Inggris yang Menentang Perbudakan
Jeffrey Hudson dan Keluarga Raja Charles I serta Ratu Henrietta Maria. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

Hudson kemudian menyebut dirinya sendiri sebagai "Kapten Jeffrey Hudson". Di masa perang ini, Ratu Maria kemudian memutuskan untuk meninggalkan Inggris guna mencari perlindungan di Prancis. Hudson pun ikut pindah bersama sang ratu. Dan pada saat inilah, Hudson memutuskan untuk mengakhiri penganiayaan yang dialaminya dan menolak untuk melanjutkan perannya sebagai hewan peliharaan atau badut Ratu.

Pada Oktober 1644, sebuah perseteruan terjadi antara Hudson dan salah seorang kerabat ratu. Pegawai istana itu ditantang untuk melakukan duel, yang sebelumnya ia anggap sebagai lelucon lawan Hudson. Tapi Hudson menganggap ajakan itu sebagai hal yang serius hingga kemudian menembak kerabat ratu dan mengakhirnya dengan tawa.

Duel dilarang di Prancis, dan pertumpahan darah dipandang sebagai tindakan yang tidak menghormati Kerajaan Prancis. Setelah kejadian ini, Jeffrey Hudson diusir dari Prancis guna menghindari kematian. Ia berusia 25 tahun saat duel terjadi, dan pengasingannya justru membawanya ke perompak asal Ottoman, Turki. Hudson lalu menghabiskan 25 tahun berikutnya sebagai budak di Afrika Utara.

Tidak diketahui dengan jelas bagaimana dia dibebaskan dari pengasingan, tapi dia muncul kembali di Inggris pada 1669. Jeffrey Hudson menjalani kehidupan yang miskin. Ia menerima beberapa bantuan keuangan dari Duke of Buckingham, untuk waktu yang cukup lama. Pada 1676, Hudson dipenjara karena agamanya. Sentimen anti-Katolik kala itu tengah memuncak di Inggris.

Setelah menghabiskan empat tahun di penjara ia dibebaskan, namun kesehatannya memburuk. Jeffrey Hudson meninggal dua tahun setelah dibebaskan, dalam keadaan yang tidak diketahui. Ia dimakamkan di sebuah kuburan yang tidak bertanda, namun kehidupannya telah diabadikan oleh penulis bernama James Wright. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement