Polisi New South Wales juga membenarkan adanya insiden tersebut. Petugas mengatakan, pria yang ditangkap mengenakan jaket merah dan topi merah. Dia tidak melawan saat digiring petugas.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan catatan diduga berisi ancaman bom di kamar mandi pesawat dan sebuah surat di bawah tempat duduk penumpang yang ditangkap itu. Meski begitu, bahaya ledakan bom yang dimaksud tidak ditemukan.
Insiden ini terjadi kurang dari sepekan setelah pesawat Malaysia Airlines terpaksa kembali ke Melbourne, Australia. Gara-garanya, seorang pria memaksa menemui pilot, tetapi dihalangi pramugari.
Penumpang itu lalu mengancam akan meledakkan sesuatu yang diklaimnya bom. Penumpang lain membantu menahan pria tersebut dan melepaskan alat yang ternyata Bluetooth speaker. Si pembuat onar belakangan diketahui baru keluar dari rumah sakit jiwa.
Bom itu hanya khayalan. Akan tetapi, penumpang sudah dirugikan dengan insiden itu. Pesawat mengalami keterlambatan hingga 90 menit karena menunggu polisi naik ke pesawat dan mengamankan penumpang gila itu.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.