TOBRUK – Pemerintah Libya yang berbasis di Tobruk turut mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah ini mengikuti kebijakan serupa yang telah diumumkan oleh Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, dan Yaman.
Seperti juga negara-negara Arab tersebut, Libya menuduh Qatar telah mendukung terorisme dan ekstremisme. Kedekatan negara kaya gas bumi itu dengan organisasi terlarang Ikhwanul Muslimin juga menjadi salah satu alasan Libya memutus hubungan diplomatiknya dengan Doha.
"Qatar telah menjadi sumber utama pasokan senjata ke cabang-cabang Ikhwanul Muslimin dan kelompok militan Islam bersenjata lainnya sejak 2012 dan menjadi ancaman bagi keamanan nasional dunia Arab,” kata Menteri Luar Negeri Libya Mohammed Dairi sebagaimana dikutip dari Sputnik, Selasa (6/6/2017).
Berbagai pihak telah mencoba untuk mencegah memburuknya krisis diplomatik yang tengah berlangsung. Kuwait bahkan telah menyatakan bersedia untuk menjadi mediator penyelesaian konflik antara Qatar dengan negara-negara Arab tersebut.
Qatar sendiri menyatakan tidak takut pada pemutusan hubungan diplomatik yang diumumkan negara-negara tersebut. Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bersumpah negaranya akan menolak semua pihak yang berusaha memaksakan keinginannya dan ikut campur dalam urusan dalam negeri Qatar.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.