Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Kisah Raja Spanyol yang Meninggal Tanpa Darah dengan Kepala Penuh Air

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 10 Juni 2017 |08:01 WIB
OKEZONE STORY: Kisah Raja Spanyol yang Meninggal Tanpa Darah dengan Kepala Penuh Air
Raja Charles II dari Spanyol. (Foto: Uroweb)
A
A
A

Menjelang akhir hayatnya, kesehatan Charles menjadi semakin rapuh. Dia bertingkah aneh dan hipersensitif. Menurut rumor yang beredar, dia pernah meminta jenazah keluarganya digali sehingga dia bisa melihat mayat mereka.

Tak berapa lama dia diagnosa mengalami gangguan saraf. Kesehatannya diduga memburuk lantaran tekanan besar untuk mencoba menarik Spanyol keluar dari krisis ekonomi. Semenjak itu, raja satu ini kerjanya hanya main-main dan tak mengurus negara.

Hingga ajal menjemputnya di Madrid pada 1 November 1700. Usianya waktu itu kurang 5 hari menuju 39 tahun. Untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya sang raja, dokter melalukan otopsi.

Di sinilah kejanggalan dimulai. Dalam laporannya, dokter itu menulis bahwa tubuh Charles II tidak dialiri darah setetes pun, jantungnya seukuran jagung, paru-parunya berkarat, ususnya membusuk, punya tiga batu di ginjal, sebuah testis yang berwarna segelap batu bara dan kepalanya penuh oleh air.

Melansir Uroweb, Sabtu (10/6/2017), profesor urologi dari University of Maastricht, Belgia, Philip Van Kerrebroeck, dalam bahasa kedokteran modern dapat disimpulkan bahwa Raja Charles II menderita hipospadia posterior atau kelainan pada penis, dengan testis monorkisme (hanya satu) dan atrofi (kecil).

Diduga, kelainan inilah yang menyebabkan dia gagal menghasilkan keturunan. Padahal Charles II menikah dua kali.

"Kami juga dapat menyimpulkan kalau dia mungkin interseksual atau hemafrodit karena memiliki genitalia ambigua atau kelamin ganda. Dia juga menderita penyakit batu ginjal," ucap Van Kerrebroeck.

Selain itu, profesor yang satu ini meyakini Charles II juga mengalami kelainan, seperti sindrom klinefelter, sindrom fragile X, hemafroditisme murni, dan inversi seksual.

"Kombinasi semua kelainan itu yang paling mungkin terjadi atas Charles II dan itu menghasilkan siksaan luar biasa sepanjang hidupnya," terang dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement