nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbukti Korupsi, 3 Anggota DPRD Sumut Diberhentikan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 14:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 14 340 1715892 terbukti-korupsi-3-anggota-dprd-sumut-diberhentikan-T4pnJMRqVb.jpg Pelantikan 3 anggota DPRD Sumut baru (foto: Wahyudi Siregar/Okezone)

MEDAN - Tiga anggota DPRD Sumatera Utara diberhentikan karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi. Mereka adalah Guntur Manurung (Demokrat), Zulkifli Effendi Siregar (Hanura) dan Bustami HS (PPP).

Pemberhentian ketiganya secara resmi dilakukan dengan dilantiknya tiga anggota pengganti ketiganya di ruang Paripurna DPRD Sumut, Rabu (14/6/2017).

Ketiga anggota DPRD pengganti itu yakni Fahrizal Efendi Nasution (Hanura), kemudian HM Dahril Siregar (Demokrat) dan Darwin SAg (PPP).

"Ketiganya (Guntur, Zulkifli dan Bustami) dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar undang-undang tindak pidana korupsi berdasarkan putusan pengadilan," kata Ketua DPRD Sumut Wagirin saat memimpin pelantikan tiga anggota DPRD pengganti tersebut.

Untuk diketahui, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar dan Bustami ditahan oleh KPK dalam kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk lima pengesahan dan satu pembatalan oleh DPRD.

Lima pengesahan antara lain pengesahan LPJP APBD Provinsi Sumut tahun anggaran 2012, pengesahan terhadap APBD-P Provinsi Sumut 2013, pengesahan terhadap APBD Provinsi Sumut 2014, pengesahan terhadap LPJP APBD Provinsi Sumut 2014, dan pengesahan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur 2014. Sedangkan satu pembatalan adalah pembatalan pengajuan hak interpelasi 2015.

Dalam kasus tersebut, Bustami dijatuhi pidana 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, serta dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti Rp50 juta. Zulkifli Effendi Siregar dijatuhi pidana 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, serta pidana tambahan uang pengganti Rp215 juta.

Sementara, Guntur Manurung dijatuhi pidana 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, serta dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti Rp350 juta.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini