nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor Dispora Sumut Digeledah Polisi, Edy Rahmayadi: Biarlah, Mana Tau Ada Ularnya

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 16:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 608 2080623 kantor-dispora-sumut-digeledah-polisi-edy-rahmayadi-biarlah-mana-tau-ada-ularnya-pC22sJGDAc.jpg Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Foto: Okezone)

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menanggapi santai kabar penggeledahan dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut, Jalan Wiliam Iskandar/Pancing, Medan pada Kamis (18/7/2019) pagi tadi.

Edy awalnya mengaku tidak mengetahui perihal penggeledahan itu. Namun belakangan, ia menyampaikan komentar bernada candaan untuk menanggapi perihal penggeledahan itu.

"Kapan? Biarlah digeledah dulu. Mana tau ada ularnya di sana," ujar Edy saat dicecar watawan usai menghadiri wisuda ratusan mahasiswa Politeknik Pariwisata Medan di Santika Premier Dyandra Hotel, Medan, Kamis (18/7/2019). 

Sebelumnya diberitakan, personel Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara. Petugas datang ke kantor tersebut pada pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Renovasi Sirkuit, Polisi Geledah Kantor Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut

Penggeledahan Dispora

Di dalam setidaknya ada tiga ruangan yang digeledah petugas. Mulai dari ruang kerja Sekretaris Sarana dan Prasarana Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Rudi Rinaldi. Lalu ruang kerja Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Des Asarisyam. Polisi juga menggeledah ruangan kerja Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Bahrudin Siagian.

Penggeledahan ini terkait kasus dugaan korupsi pada anggaran pelaksanaan proyek renovasi Lintasan Sirkuit Tantan Atletik di areal Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut tahun 2017 lalu. Di mana, dari total Rp4.797.700.000 pagu anggaran proyek tersebut, diduga terjadi penyelewengan senilai Rp1,5 miliar.

Dalam kasus renovasi sirkuit tersebut, sebelumnya Polda Sumut juga telah menetapkan satu tersangka atas nama Sujamrat (58) warga Jalan Budi Pembangunan III, No 1-F, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Sujamrat diketahui merupakan pensiunan PNS dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Sumatera Utara.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, 3 Anggota DPRD Sumut Diberhentikan

Sujamrat selaku kuasa pengguna anggaran dalam penyusunan harga perkiraan dan spesifikasi teknis pada proyek renovasi sirkuit itu, tidak melakukan survey melainkan hanya menggunakan Harga Perkiraan Sendiri dan spesifikasi teknis diperoleh dari Deddy Oktavardian selaku Direktur PT Pajajaran Multicon Indonesia. 

Dalam perjalanannya, proyek ini dimasukkan ke dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan mendapat penawaran dari dua perusahaan yakni PT Tamarona Putri Masro (TPM) dengan penawaran Rp4 miliar dan PT Rian Makmur Jaya (RMJ) dengan penawaran sebesar Rp4,6 miliar.

Namun pemenangkan ditetapkan adalah PT RMJ, yang dalam evaluasi seharusnya gugur karena tidak melampirkan bukti kepemilikan daftar peralatan utama yang dibutuhkan. Meski sudah terindikasi melanggar aturan, pengerjaan tertap berlangsung dimana pada 27 Juli 2017, Sujamrat menandatangani kontrak bersama Junaedi selaku Direktur PT RMJ dengan nilai Rp629,4 juta.

Dalam pemeriksaan, untuk mendapatkan proyek tersebut diduga adanya pemberian uang sebesar Rp673,3 juta oleh diduga adanya pemberian uang oleh Deddy Oktavardian kepada Sujamrat selaku Kuasa Pengguna Anggaran, sedangkan Junaedi selaku direktur PT RMJ hanya menandatangani dokumen pekerjaan Hasil dari audit BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara kemudian menunjukkan dalam kasus ini negara dirugikan senilai Rp1,5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini