MENJALANI ibadah puasa Ramadan di negeri orang tentunya memiliki kesulitan tersendiri dibandingkan dengan di Tanah Air. Selain cuaca, perbedaan waktu, kesulitan mencari makanan halal, fasilitas ibadah turut memberi faktor kesulitan tersendiri.
Begitu juga warga negara Indonesia (WNI) Muslim di Jepang khususnya Tokyo. Mereka kerap kesulitan beribadah karena ketiadaan masjid. Sejak 18 tahun lalu, para WNI muslim di Tokyo pun berjuang mendirikan masjid. Kini perjuangan mereka membuahkan hasil, Masjid Indonesia-Tokyo telah berdiri.
Berdasarkan rilis resmi dari panitia pembangunan Masjid Indonesia-Tokyo yang diterima Okezone beberapa waktu lalu, lebih dari 10 ribu umat Islam Indonesia di Tokyo dan sekitarnya telah mendambakan kehadiran masjid tersebut. Penantian itu semata-mata guna WNI Muslim di Jepang bisa meraih kesempurnaan dalam menjalankan ibadah, serta memiliki wadah untuk berbagai kegiatan Islami.
Inisiasi dari pembangunan Masjid Indonesia-Tokyo dicetuskan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang pada 1999. Tentunya pembangunan tempat ibadah bagi umat Islam ini bukan tanpa hambatan. Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga lahan yang tinggi menjadi kendala utama pada awal pembangunan. Namun, seiring berlalunya waktu dan dukungan baik dari pihak Pemerintah Indonesia maupun seluruh warga Muslim dari penjuru Jepang membuat masjid dambaan ini akhirnya bisa berdiri di Ibu Kota Negeri Sakura.
Masjid Indonesia-Tokyo diresmikan pada Jumat 26 Mei 2017 atau bertepatan dengan tanggal 29 Syaban 1438 H oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mickronesia, Arifin Tasrif. Peresmian tersebut dilakukan tepat sebelum bulan suci Ramadan tiba. Tentunya hal ini memiliki dampak yang besar terhadap Muslim di Tokyo yang merasa dimudahkan dengan kehadiran masjid tersebut.
Seorang WNI yang terlibat langsung dalam pembangunan Masjid Indonesia-Tokyo, Firman Bagja Juangsa menuturkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berdirinya tempat ibadah umat Islam itu.
"Alhamdulillah tahun ini kami mulai bisa melakukan ibadah di Masjid Indonesia Tokyo, yang dibangun setelah 18 tahun perjuangan umat Islam di Jepang dan Tokyo khususnya," ujar Firman yang menetap di daerah Miyamae-ku, Kawasaki-shi, Kanagawa kepada Okezone belum lama ini.