Dengan berdirinya Masjid Indonesia-Tokyo pada Ramadan 1438 Hijriah kali ini, kegiatan Muslim di Tokyo memiliki wadah yang lebih baik. Sebelumnya WNI Muslim di Jepang melaksanakan kegiatan keagamaan di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Kegiatan rutin yang ada di Masjid Indonesia-Tokyo di antaranya adalah buka puasa bersama, seminar keislaman, dan tabligh akbar.
"Setiap hari ada buka puasa bersama yang disediakan KMII di Masjid Indonesia-Tokyo. Setiap Minggu, ada tabligh akbar yang mendatangkan ustadz berbeda dari Indonesia. Allhamdulillah dengan ini jadi sering bertemu orang-orang Indonesia," imbuhnya.
Suasana sesudah salat tarawih di Masjid Indonesia-Tokyo. (Foto: Istimewa)
Dalam sebulan, KMII mengundang total empat ustadz yang kemudian bergantian selama seminggu untuk mengisi kajian setiap harinya di Masjid Indonesia-Tokyo ini.
Pria yang menempuh pendidikan di Tokyo Institute of Technology itu menambahkan, KMII juga turut aktif memberikan berbagai informasi kepada masyarakat asli Jepang tentang Islam setiap bulannya melalui kegiatan seminar. Berkat program tersebut beberapa orang Jepang tertarik untuk memeluk Islam.
"Alhamdulillah dari beberapa kesempatan ada orang Jepang yang masuk Islam melalui kegiatan tersebut," terang Firman.