Image

Cemarkan Nama Amien Rais, PAN Tuntut KPK Minta Maaf Secara Terbuka

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 21:05 WIB
Sekretaris PAN Yandri Susanto (Foto: Bayu Septianto) Sekretaris PAN Yandri Susanto (Foto: Bayu Septianto)

JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mengharapkan adanya permintaan maaf dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui media massa. Hal ini karena KPK dianggap telah memfitnah Ketua Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais menerima uang hasil korupsi Alat Kesehatan di Kementerian Kesehatan senilai Rp600 juta.

Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto menilai, pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK yang menyebut Amien menerima aliran dana korupsi adalah fitnah yang keji.

"Kami minta kepada KPK mengklarifikasi secara terbuka dan gentleman. Untuk menyampaikan kepada masyarakat Indonesia secara terbuka melalui media elektronik, cetak, atau online," ujar Yandri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Yandri merasa nama baik mantan Ketua MPR itu telah hancur akibat lembaga pemberantasan korupsi yang saat ini dipimpin Agus Rahardjo. Dalam permohonan maaf tersebut, Yandri mendesak, KPK mengeluarkan pernyataan tegas agar tidak menimbulkan persepsi baru di masyarakat.

"(Pernyataan) dengan terang benderang, tidak ada lagi kata bersayap, tidak perlu komentar yang lain kecuali permohonan maaf," tegas Yandri.

Bila permintaan maaf itu tak dilakukan, Yandri mengungkapkan PAN akan mengambil langkah hukum. Menurut Yandri, dengan meminta maaf secara terbuka, bisa memberikan dampak positif bagi citra KPK ke depannya.

Ditambah, permintaaan maaf ini juga sebagai sarana untuk mengklarifikasi tudingan adanya oknum yang berkepentingan di balik KPK.

"Ini juga dalam rangka untuk membantah prasangka KPK menjadi tunggangan pihak-pihak tertentu," ujar Yandri.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan uang yang masuk ke rekening Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebesar Rp600 juta tak bisa dipastikan bagian dari dugaan korupsi proyek pengadaan alkes di Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2005.

Disebut oleh JPU pada KPK, Amien menerima uang Rp600 juta secara bertahap lewat transfer yang dilakukan Sekretaris Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF), Yurida Adlaini. Uang itu dikirim Yurida atas perintah Nuki Syahrun selaku Ketua SBF dan juga adik ipar Sutrisno Bachir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming