“Dia melakukan sesuatu yang tak seorang pun bisa membayangkan kalau dia akan berhasil,” ujarnya.
Apa pun itu, ibu tiga anak ini merasa bersyukur bisa andil dalam perjalanan politik ayahnya dari bakal calon hingga menjabat di Washington. “Dia melakukan sesuatu yang luar biasa. Tetapi saya tidak bermaksud mengatakan ini sebagai seorang politikus,” tegasnya.
Walaupun sangat mendukung karier ayahnya di pemerintahan, Ivanka mengaku kalau dirinya sering berbeda pendapat dengan sang presiden. Namun dia melihat perbedaan itu sebagai hal yang lumrah terjadi antara ayah dan anak, maupun di meja-meja perundingan dan dalam hal menjalankan pemerintahan.
“Tentu saja, kami kadang tidak sependapat. Kami dua orang yang berbeda. Jadi saya pikir, wajar jika ada sudut pandang yang tak sama,” urainya.
Ivanka percaya, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang positif dalam aspek apa pun. Dia percaya selama dialog dikedepankan, maka semua bisa mencapai titik temu.
(Silviana Dharma)