JAKARTA – Masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang masuk tanpa izin resmi di Malaysia sudah seperti penyakit menahun. Mudahnya akses masuk, salah satunya karena pemberlakuan bebas visa kunjungan, membuat masalah tersebut semakin kompleks.
Akan tetapi, Indonesia, terutama Direktorat Jenderal Keimigrasian tidak hanya tinggal diam. Seperti dikatakan, Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono, pihak imigrasi di bandara sudah melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri, utamanya Malaysia, jika terindikasi akan bekerja secara ilegal.
“Dari sisi kita, pengetatan pemberian paspor untuk tenaga kerja sudah dilakukan sejak Januari 2017. Jika mereka terindikasi akan bekerja secara ilegal, pihak imigrasi bisa menolak penerbitan paspor. Sudah banyak yang ditolak hingga saat ini,” ujar mantan wakil duta besar Indonesia untuk Malaysia itu kepada awak media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).
Hermono meyakinkan, meskipun TKI tersebut sudah tiba di bandara dan telah memegang tiket keberangkatan, jika mereka dinilai berpotensi bekerja secara ilegal di negara orang, petugas imigrasi pasti akan menolak memberangkatkan mereka.
Ia menambahkan, pola masuknya warga negara Indonesia (WNI) ke Malaysia itu beragam. Ada yang memilih lewat agensi legal, tetapi tidak sedikit juga yang melalui jalur tikus. Untuk jalur legal, saat ini sudah tercatat sekira 42 jadwal penerbangan langsung (direct flight) dari berbagai kota di Indonesia dengan tujuan berbagai kota di Malaysia.
Demikian halnya dengan jalur laut. Para TKI bisa mengambil rute dari Batam, Tanjung Balai, Dumai, menuju ke Malaysia di bagian Semenanjung Malaka. Dengan beragamnya jalur tersebut, filterisasi serta manajemen di perbatasan menjadi sesuatu yang penting.
“Sekiranya perbatasan itu tertib, tidak akan ada pintu masuk buat menyeberang. Itu akan jauh lebih baik dalam membantu kita menangani arus masuk ke Malaysia,” pungkas Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.