nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelantun 'Despacito' Marah Lagunya Digunakan Presiden Venezuela untuk Kampanye

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017 10:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 25 18 1743333 pelantun-despacito-marah-lagunya-digunakan-presiden-venezuela-untuk-kampanye-TBtj3DNJni.jpg Gaya Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam cuplikan kampanye yang menggunakan gubahan lagu Despacito (Foto: Reuters)

SAN JUAN – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dikecam karena menggunakan versi alternatif dari lirik lagu terkenal ‘Despacito’ milik Luis Fonsi dan Daddy Yankee. Gubahan tersebut dipakai untuk kampanye pemilihan ulang dewan rakyat yang nantinya akan mengubah konstitusi negara.

“Permintaan kami kepada ‘Dewan Konstitusi’ hanya untuk menyatukan negara… Despacito,” demikian bunyi gubahan lirik yang disambut tepuk tangan meriah Presiden Nicolas Maduro.

Tentu saja, sang pelantun marah besar terhadap gubahan tersebut. Penyanyi asal Puerto Riko itu mengaku tidak pernah dimintai izin atau memberikan izin agar lagunya dipakai untuk kepentingan politik.

“Saya tidak pernah diminta atau mengizinkan penggunaan atau pengubahan lirik ‘Despacito’ untuk kepentingan politik, apalagi di tengah situasi menyedihkan yang dialami Venezuela, negara yang saya cintai,” cuit Luis Fonsi lewat akun Twitter pribadinya, mengutip dari BBC, Selasa (25/7/2017).

“Musik saya adalah untuk semua yang ingin mendengar dan menikmatinya, bukan digunakan sebagai propaganda yang mencoba memanipulasi kehendak masyarakat yang sedang merindukan kebebasan,” ungkap Luis Fonsi.

(Duet penyanyi 'Despacito', Luis Fonsi dan Daddy Yankee. Foto: Universal Music)

Rekan duetnya di lagu tersebut, Daddy Yankee, turut mengecam Nicolas Maduro lewat akun Instagram pribadinya. Pria bernama asli Ramon Luis Ayala Rodriguez itu mengunggah cuplikan foto dari artikel berita yang diimbuhi tanda silang besar berwarna merah.

Yankee berpendapat, lagu seperti ‘Despacito’ tidak seharusnya dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan Maduro di Venezuela. Pria berusia 40 tahun itu menyatakan bahwa rezim diktator Maduro adalah sebuah lelucon, tidak hanya buat Venezuela, tetapi juga seluruh dunia.

Kata ‘Despacito’ dalam bahasa Spanyol berarti perlahan-lahan. Kata tersebut digunakan sebagai cara menggoda lawan jenis oleh Luis Fonsi dan Daddy Yankee dalam lagunya. Namun, Maduro menggantinya demi menggoda warganya agar memilih dewan rakyat yang nantinya akan mengubah konstitusi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini