JAKARTA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh meminta kepada netizen untuk menghapus film maupun gambar anak SMA yang tengah asyik menonton film porno dengan menggunakan proyektor di ruang kelas.
Gambar yang sempat viral di jejaring media sosial (Medsos) itu mengundang berbagai macam komentar karena konten tersebut terlihat mesum. Untuk menyelamatkan anak-anak tersebut dari kejahatan pornografi diharapkan kepada para netizen untuk tidak memviralkan gambar maupun video yang tidak senonoh tersebut.
(Baca: Edan! Siswa Berseragam Pramuka Nonton Bokep Pakai Proyektor di Kelas)
“Bagi yang memiliki video itu, mohon untuk tidak terus memviralkan, dan yang sudah menyimpan mohon dihapus agar anak yang terpampang dalam video itu tidak terus terstigma,” katanya kepada wartawan, Kamis (27/7/2017).
Pasalnya “virus” pornografi merupakan ancaman serius. Oleh sebab itu dirinya meminta kepada orang terdekat khususnya kepada orang tua agar senantiasa terus memantau aktivitas anak-anaknya dalam memanfaatkan teknologi informasi.
(Baca juga: Mantap! Polisi Cari Pengunggah Pertama Foto Nonton Porno di Kelas)
“Kemudian langkah kedua, fakta itu menegaskan betapa pornografi adalah ancaman serius yang butuh langkah-langkah radikal untuk penyelesaiannya. Anak-anak yang melakukan aktivitas pornografi seperti itu, jelas bukan inisiasi dia. Ini pasti akibat paparan media pornografi yang semakin longgar di dalam media online, khususnya berbasis siber. Oleh karenanya, perlu langkah-langkah radikal untuk pencegahan dan penanggulangan tindak pidana pornografi dari hulu hingga hilir,” lanjutnya.