Merdekakan Palestina, Indonesia Tak Bisa Tunggu 50 Tahun Lagi

Silviana Dharma, Okezone · Jum'at 28 Juli 2017 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 18 1745614 merdekakan-palestina-indonesia-tak-bisa-tunggu-50-tahun-lagi-iTCzwmsVDb.jpg Masjid Al Aqsa menjadi salah satu ikon perjuangan memerdekakan Palestina. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi akan menghadiri pertemuan luar biasa menlu Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, pada 1 Agustus mendatang. Pertemuan tersebut akan secara khusus membahas insiden di Masjid Al Aqsa yang menewaskan lima orang, terdiri dari dua tentara Israel dan tiga pemuda Palestina.

(Baca juga: Makin Panas, Ratusan Warga Israel Datangi Masjid Al Aqsa)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Natsir mengatakan, Indonesia sebenarnya jauh sebelum keadaan di Kompleks Masjid Al Aqsa memburuk, sudah secara intensif berkomunikasi dengan menlu-menlu negara OKI. Sebut saja di antaranya dengan Yordania selaku pemegang kekuasaan sah dari Al Aqsa, Turki dan Palestina.

(Baca juga: Rakyat Palestina Rayakan Kemenangan Setelah Sistem Keamanan di Al Aqsa Dicabut)

Namun dengan meningkatnya ketegangan di Yerusalem selama dua pekan terakhir, Indonesia bermaksud mengingatkan kembali negara-negara OKI mengenai komitmen dan solidaritasnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Perjuangan yang sudah ditempuh selama 50 tahun, tetapi belum juga membuahkan hasil.

β€œIngat bahwa OKI dibentuk pada 1967 untuk kemerdekaan Palestina. Sekarang sudah 50 tahun okupasi Israel, tetapi kita belum berhasil memerdekakan Palestina. Indonesia tidak bisa menunggu untuk 50 tahun lagi,” tegasnya dalam press briefing rutin di Pejambon, Jumat (28/7/2017).

Arrmanatha mengungkap, pertemuan di Istanbul sendiri sudah lama direncanakan sebelum insiden kekerasan di Al Aqsa. Dalam pertemuan itu, ada tiga pesan yang hendak disampaikan Menlu Retno.

(Baca juga: Pagar dan CCTV Dicabut, Presiden Palestina: Mari Salat Kembali di Masjid Al Aqsa)

Pertama ialah menekankan kembali posisi Indonesia dalam upaya mendorong penyelesaian situasi masjid Al Aqsa lebih baik. Kedua, meminta solidaritas kesatuan negara-negara OKI, baik dalam hal menjaga status quo di kompleks rumah suci itu maupun mengupayakan kemerdekaan Palestina. Ketiga, konsep untuk mendorong masyarakat internasional dan PBB untuk memberikan perlindungan dan pengawasan di kompleks masjid tersebut.

(Baca juga: Israel "Main Api" di Masjid Al Aqsa ketika Teluk Arab Sibuk dengan Krisis Diplomatik Qatar)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini