Raja Salman: Masyarakat Palestina Berhak Atas Yerusalem

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Rabu 13 Desember 2017 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 13 18 1829979 raja-salman-masyarakat-palestina-berhak-atas-yersalem-h1SZYEPCVp.jpg Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: Reuters)

ISTANBUL - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap warga Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan sang raja dalam pertemuan KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki.

Pria berusia 81 tahun itu menegaskan bahwa masyarakat Palestina berhak hak untuk Yerusalem Timur yang telah dianeksasi oleh Israel dan diakui sebagai Ibu Kota mereka. Sebagaimana diketahui, Yerusalem Timur dianeksasi oleh Israel setelah Perang Enam Hari tahun 1967. Pasca-aneksasi dunia internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai bagian dari Israel.

BACA JUGA: Berbicara di KTT OKI, Menlu Retno: Keputusan AS tentang Yerusalem Bisa Dorong Perdamaian Timur Tengah

"Kerajaan tengah mencari solusi politik untuk menyelesaikan krisis regional dan yang terpenting adalah masalah Palestina. Kita harus membantu pemulihan hak-hak sah orang-orang Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka dan Yerusalem sebagai Ibu Kota mereka," ujar Raja Salman.

Sebelumnya, Raja Salman telah mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sang raja bajan menyebut keputusan itu merupakan bentuk bias ekstrem terhadap hak-hak rakyat Palestina di Yerusalem yang telah dijamin oleh resolusi internasional.

BACA JUGA: Jelang KTT-LB OKI, Menlu Turki: Dunia Harus Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina

Selain Raja Salman, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga meminta dunia untuk mengakui Yerusalem timur sebagai "Ibu Kota Palestina." Sementara itu, Presiden Palestina, Mahmud Abbas memperingatkan bahwa tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah sampai tindakan semacam itu dilakukan.

Seluruh negara peserta KTT OKI, seperti Iran, Yordania, Lebanon, Qatar, Kuwait, Afghanistan, Sudan, Malaysia dan Indonesia telah terang-terangan mengecam keputusan AS dan memberi dukungan pada Palestina. Sebelumnya, dukungan ini juga telah disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan Menlu Turki.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini