Share

Terungkap! Curangi Pemilu 2012, Intelijen Korsel Angkat Park Geun-hye Jadi Presiden

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 04 Agustus 2017 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 18 1749950 terungkap-curangi-pemilu-2012-intelijen-korsel-angkat-park-geun-hye-jadi-presiden-X3tDWdhHUp.jpg Kemenangan Park Geun-hye pada 2012 dibantu oleh Badan Intelijen Korsel (Foto: Jung Yeon-je/AFP)

SEOUL โ€“ Pengakuan mengejutkan meluncur dari pihak badan intelijen Korea Selatan (NIS). Mereka mengaku menjalankan kampanye ilegal yang memengaruhi jalannya Pemilihan Presiden (pilpres) 2012 dengan menggerakkan tim ahli dalam perang psikologis demi memenangkan Park Geun-hye.

Fakta tersebut terungkap dalam penyelidikan internal oleh NIS belum lama ini. Penyelidikan juga mengungkap upaya dari direktur NIS dan pejabat senior lain untuk memengaruhi para pemilih dalam pemilihan umum legislatif pada masa pemerintahan Presiden Lee Myung-bak.

โ€œTim tersebut diberi tugas menyebarkan opini pro-pemerintah dan menekan pandangan-pandangan anti-pemerintah, dengan melabeli mereka sebagai perpanjangan tangan pasukan pro-Korea Utara yang ingin mengganggu urusan dalam negeri,โ€ bunyi laporan NIS tersebut, seperti dimuat The Guardian, Jumat (4/8/2017).

Sebagaimana diketahui, Pilpres Korea Selatan (Korsel) 2012 dimenangi oleh Park Geun-hye dengan menyisihkan Moon Jae-in. NIS disinyalir sengaja melancarkan kampanye ilegal demi mencegah Moon Jae-in yang berpaham liberal untuk berkuasa di Negeri Ginseng.

Hasil investigasi menunjukkan, unit perang siber NIS membentuk sebanyak 30 tim lintas departemen yang terdiri dari pejabat dan warga biasa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Mereka ditugaskan untuk mengunggah dukungan terhadap politisi konservatif selama dua tahun menjelang Pilpres Korsel 2012.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Laporan tersebut diterbitkan tepat pada hari terakhir sidang Won Sei-hoon, Direktur NIS pada 2009-2013. Ia dituduh mengorganisasi kampanye terselubung untuk memenangkan Park Geun-hye.

Menurut pemberitaan Yonhap, beberapa hari sebelum pelaksanaan pilpres, pejabat NIS yang bertugas mengatasi perang siber dengan Korea Utara (Korut), mengunggah pesan-pesan bernada kritis yang menargetkan Moon Jae-in di media sosial dan situs pemberitaan. Won bahkan mengatakan perang melawan gerakan anti-pemerintah sama pentingnya dengan upaya mengganggu stabilitas Korut.

โ€œOperasi psikologis terhadap Korut memang penting, tetapi operasi psikologis kita terhadap publik Korsel juga penting,โ€ ucap Won Sei-hoon dalam sebuah pertemuan pada April 2012, delapan bulan sebelum Pilpres Korsel, seperti dimuat harian Hankyoreh.

Moon Jae-in yang kini menjabat sebagai presiden bersumpah untuk mereformasi NIS. Ia sudah menunjuk Suh Hoon sebagai Direktur NIS yang baru. Keduanya sepakat untuk menghentikan keterlibatan NIS dalam politik dalam negeri dan fokus untuk menghadapi Korut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini