Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengharukan, Nenek Sebatang Kara Hidup Bersama 5 Ekor Kucing di Gubuk Reot

Taufik Budi , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2017 |14:29 WIB
Mengharukan, Nenek Sebatang Kara Hidup Bersama 5 Ekor Kucing di Gubuk Reot
Foto: Taufik Budi/Okezone
A
A
A

SEMARANG - Mbah Karsi (80), warga Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, menghabiskan sisa hidupnya di sebuah gubuk reyot berukuran sempit. Bangunan berbahan kayu yang telah keropos tak hanya pengap tetapi juga rawan ambruk setiap saat.

Hampir seluruh aktivitas Mbah Karsi dilakukan dalam bangunan sempit berukuran sekira 4x4 meter persegi itu. Terdapat tungku dan sejumlah ranting kering berwarna hitam yang menandakan sisa-sisa pembakaran. Lokasi tungku yang berada tepat di tengah bangunan itu, mengakibatkan banyak jelaga menempel di dinding ruangan.

Di samping tungku ada sebuah kamar yang disekat menggunakan tumpukan papan. Namun kamar itu tak digunakan untuk tempat beristirahat Mbah Karsi, dan pintunya terpasang gembok. Belum diketahui isi kamar, yang pintunya terdapat celah sebagai keluar-masuk kucing.

“Memang ada beberapa kucing di sini. Saya memang sangat menyukai kucing karena tidak mempunyai anak. Kucing-kucing itu saya tempatkan di dipan ini, tepat di atas kepala saya ketika tidur. Biar mudah mengawasi, kasihan masih anak-anak takut kalau jatuh,” ujar Karsi, Jumat (4/8/2017).

Dia mengatakan, sudah sejak lama memelihara kucing yang telah dianggap sebagai anggota keluarga sendiri. Hingga sekira sebulan lalu, kucing hitam peliharaannya bernama Sireng beranak empat ekor kucing mungil. Masing-masing diberi nama Surip, Petak, Pawit, dan Temon.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement