Pada 1884, tempat Jennie bekerja itu dilanda kebakaran besar. Jennie berhasil selamat dalam kejadian tersebut setelah turun dengan lift sesaat sebelum api menghancurkan tali kawat yang menopang operasional lift. Beberapa bulan sebelumnya, Jennie juga sempat ditemukan tak sadarkan diri di dapur akibat asap berbahaya yang muncul di dapur. Insiden Titanic menjadi tragedi mengerikan terakhir menimpa Jennie yang membuatnya kehilangan suami dan adik iparnya.
"Saat itu kami tengah tertidur di ranjang dan segera bangun bergegas lari ke pintu kabin. Setelah itu, aku coba membangunkan Peter dan mengatakannya bahwa sesuatu telah terjadi. Tapi Peter tetap percaya bahwa tidak ada hal penting yang terjadi. Aku membuka pintu dan bertanya pada orang-orang tentang apa yang terjadi. Tapi mereka hanya menyuruhku untuk kembali tidur," terang Jennie sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Selasa (8/8/2017).
Menuruti perkataan orang-orang, Jennie pun kembali ke tempat tidurnya dengan tidak tenang. Ia kemudian kembali mengecek bagian luar dan menemukan para penumpang kelas bawah naik ke anjungan.
"Saya melihat beberapa kru kapal mengenakan jaket pelampung dan orang-orang lari berhamburan. Saya kemudian bertanya pada seorang petugas dan ia hanya meminta saya untuk segera memakai jaket pelampung dan keluar," imbuh Jenni
Sebelum keluar, Jennie kembali untuk memberitahu Peter dan Henrik. Pada saat yang sama sebuah suara tembakan terdengar dari bagian luar. Setelah keluar, Jennie menemukan dek kapal telah penuh dengan orang-orang. Beruntung, Peter berhasil membuat Jennie mendapatkan satu kursi di sekoci nomor 11. Perkataan terakhir suaminya adalah bahwa harus ada satu orang di antara mereka yang bertahan untuk menceritakan kisah ini pada keluarga mereka di rumah.