Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Desa di Jerman yang Mengubah Perang Dunia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2017 |19:10 WIB
Kisah Desa di Jerman yang Mengubah Perang Dunia
Foto: Getty Images
A
A
A

SEPERTI banyak orang, saya awalnya mengunjungi pulau Usedom di Jerman demi pantainya, fischbrotchen alias sandwich ikan lokal dan kota-kota tepi laut yang unik, seperti Heringsdorf.

Resor terpencil yang kecil itu populer lantaran kehadiran dinasti Prusia, dan kemudian, Jerman Timur. Namun, antara 1936 dan 1945, Nazi menduduki suatu desa untuk tujuan yang kelam.

Dilansir dari BBC Indonesia, Rabu (9/8/2017), Peenemünde berada di mulut sungai Pene yang mengalir ke Laut Baltik. Pada 1935, insinyur Wernher von Braun memilih desa tersebut, yang menawarkan 400 km lahan uji coba di lepas pantai Jerman, sebagai tempat yang sempurna dan rahasia untuk mengembangkan dan menguji roket.

Pengerjaan bangunan gila-gilaan dimulai di pusat persenjataan dan paling modern di dunia. Sekitar 12.000 orang bekerja membuat rudak jelajah pertama dan roket berskala besar yang berfungsi penuh di lokasi yang membentang seluas 25km persegi.

Penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Peenemùnde tidak hanya penting untuk perjalanan perang terbesar dalam sejarah, namun juga berdampak pada masa depan senjata pemusnah massal, serta perjalanan luar angkasa.

Saat ini, yang tersisa dari kompleks ini adalah sebuah bangunan pembangkit listrik tua dengan bata merah yang menaungi Museum Teknik Sejarah Peennemünde.

Ketika saya berkunjung, bangunan kokoh berbentuk persegi panjang dengan cerobong asap berkarat dan model roket yang berserakan di lantai museum menciptakan kesan yang dingin.

Tapi di dalam, barang-barang yang dipamerkan -dari dokumen lama hingga tumpukan kemudi metal yang rusak dan bengkok, ekor roket dan pompa turbo- membuatku kagum. Penyalahgunaan pencerahan ilmiah untuk tujuan buruk ini diinisiasi oleh pemimpin program roket,

Dalam sebuah naskah pidato pada tahun 1942, Dornberger menulis bahwa peluncuran roket Aggregat 4 (A-4) baru-baru ini -roket jarak jauh pertama di dunia yang dikenal sebagai V2, atau 'Vengeance weapon' (senjata pembalasan)- adalah "Mimpi si insinyur: untuk mengembangkan perangkat sebagai salah satu penemuan paling revolusioner zaman sekarang, akan memberikan kekuatan militer, ekonomi dan superioritas politis bagi seseorang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement