Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Desa di Jerman yang Mengubah Perang Dunia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2017 |19:10 WIB
Kisah Desa di Jerman yang Mengubah Perang Dunia
Foto: Getty Images
A
A
A

Namun, meski pemimpin dari program ini, seperti Dornberger dan von Braun, serta tokoh kunci dari rezim Nazi, seperti Albert Speer, yang bertanggung jawab atas bangunan militer di Peenemünde, yakin bahwa roket akan sangat krusial untuk memenangi perang, tetapi ada satu orang yang tetap skeptis: Hitler.

Peenemünde belum sepenuhnya selesai dibangun ketika Hitler mendeklarasikan perang pada tahun 1939. Dengan demikian, dimulailah perjuangan untuk membuat prioritas, baik dalam hal personel dan material, mengingat dana awal program roket yang terbatas.

Baru setelah Dornberger dan von Braun mempresentasikan sebuah film tentang peluncuran A-4 yang sukses ke Hitler, pada akhirnya dia memberi persetujuan penuh terhadap program itu.

Pada saat situasi semakin mengkhawatirkan, lembaran baru sejarah mengusik situs ini. Pada Juni 1943, 2.500 tahanan kamp konsentrasi dipaksa membantu rencana produksi roket tersebut.

Daftar nama yang masih awet sampai sekarang menunjukkan bawa para budak ini kebanyakan berasal dari Prancis, Belgia dan Belanda yang diduduki Jerman kala itu. Mereka bekerja dalam kondisi buruk untuk membuat senjata yang justru akan mengakibatkan teror dan kehancuran di tanah air mereka.

Pada waktu yang sama, pada musim panas 1943, intelijen Inggris menyadari pentingnya Peenemünde. Pesawat pengintai dan foto udara memergoki pengembangan dan produksi senjata jarak jauh Jerman.

Pada 17 Agustus malam, Royal Airforce melakukan operasi Hydra, aksi terbesar Inggris untuk menyerang target tunggal pada Perang Dunia II.

Meskipun pemboman tersebut gagal, namun hal itu berhasil menunda dan memaksa produksi dipindah ke bawah tanah Mittelwerk di Jerman Tengah.

Pada 1944, Hitler menyadari salah perhitungannya dan menyatakan penyesalannya kepada Dornberger karena tidak menyutujui proyek ini segera.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement