Image

Duh! Presiden AS Ancam Lakukan Tindakan Militer ke Venezuela

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017, 21:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 12 18 1754894 duh-presiden-as-ancam-lakukan-tindakan-militer-ke-venezuela-MC77W75JoV.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

BEDMINSTER – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan kemungkinan untuk melakukan intervensi militer ke Venezuela menyusul krisis politik yang terjadi di negara Amerika Latin itu. Dalam beberapa pekan terakhir, kerusuhan di Venezuela semakin memanas mengarah kepada situasi yang tak stabil dan menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya pemberontakan.

"Orang-orang menderita dan mereka sekarat Kami memiliki banyak pilihan untuk Venezuela termasuk kemungkinan pilihan militer jika perlu," kata Trump menjawab pertanyaan wartawan sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (12/8/2017).

Ancaman Trump tersebut mengejutkan Pemerintah Venezuela di Caracas yang menyebutnya sebagai sebuah kegilaan. Gedung Putih menyebutkan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta untuk berbincang dengan Trump melalui telefon yang dijawab dengan penolakan. Dalam pernyataan Gedung Putih, Trump mengatakan akan dengan senang hati berbicara dengan Maduro saat demokrasi di Venezuela telah dipulihkan.

Pihak berwenang Venezuela telah lama mengatakan bahwa Washington sedang merencanakan sebuah invasi ke negaranya. Seorang mantan jenderal militer mengatakan, beberapa rudal anti-pesawat telah ditempatkan di sepanjang pantai Venezuela untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Departemen Pertahanan AS, Pentagon menyatakan akan selalu siap untuk mendukung upaya perlindungan warga dan kepentingan nasional AS di luar negeri. Tetapi, Pentagon membantah tuduhan Caracas terkait rencana invasi AS ke Venezuela.

Serangan terhadap markas militer Venezuela yang dilakukan warga sipil dan beberapa tentara awal pekan ini memperlihatkan rawannya situasi keamanan di negara sosialis tersebut. Sejak empat bulan terakhir demonstrasi anti pemerintah di Venezuela telah menewaskan sedikitnya 120 orang.

Pihak oposisi menuduh Presiden Nicolas Maduro berusaha mendirikan sebuah kediktatoran di Venezuela dengan membentuk Majelis Konstitusi Nasional yang memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam pemerintahan. Tindakan Maduro yang juga menahan lawan-lawan politiknya menimbulkan kecaman dari berbagai negara termasuk AS, Inggris dan Uni Eropa.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini