Tentara Jepang dan tawanan perang mulai bekerja menggali terowongan dan gua yang kemudian dipenuhi dengan benda-benda berharga. Setelah terowongan tesrebut selesai, pintu masuknya ditutup dengan ledakan bom. Para penggali terowongan dibiarkan mati di dalamunya untuk memastikan lokasi harta karun itu tetap menjadi rahasia dan hanya diketahui oleh segelintir orang.
Selama puluhan tahun banyak pemburu harta yang berusaha menemukan Emas Yamashita dan banyak spekulasi bermunculan mengenai keberadaannya. Salah satunya adalah teori dari agen CIA, Severino Diaz Garcia Santa Romana yang menduga Emas Yamashita telah digabungkan dengan emas rampasan perang Nazi Jerman dalam sebuah dana gelap yang dinamakan 'Black Eagle Trust'.
Sebagian lain masih berharap bahwa harta itu tetap tersembunyi di suatu tempat di Filipina. Salah satu cerita terkenal yang mendukung kemungkinan ini adalah kisah Rogelio Roxas, seorang petani miskin sekaligus pembuat kunci yang menjadi kepala ekspedisi berburu harta karun. Roxas dikabarkan telah menemukan patung Buddha yang terbuat emas padat yang disebut-sebut menjadi bukti keberadaan Emas Yamashita.
Namun, artefak berharga itu disita oleh Ferdinand Marcos, mantan Diktator Filipina pada 1960-1980-an. Roxas memenangkan gugatan yang dia ajukan terhadap Marcos di AS, tetapi dia kemudian disiksa dan meninggal dalam keadaan yang mencurigakan.
Ada juga yang skeptis dan kurang yakin dengan keberadaan Emas Yamashita, paling tidak mereka menilai harta yang dimaksud jumlahnya tidak sebesar yang diceritakan. Sebagian lain mengintepretasikan Emas Yamashita sebagai perumpamaan sebuah bangsa yang memiliki potensi besar yang menunggu untuk ditemukan dan dimanfaatkan.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.