Image

Alhamdulillah, Polisi Berhasil Bongkar Kasus 22 Ton Minyak Goreng Kadaluarsa yang Akan Dioplos

Arsan Mailanto, Jurnalis · Senin, 14 Agustus 2017 - 00:08 WIB
Minyak goreng kadaluarsa (Foto: Arsan/Okezone) Minyak goreng kadaluarsa (Foto: Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Jajaran Polda Bangka Belitung berhasil mengamankan sebanyak 22 ton minyak goreng kadarluarsa yang dioplos untuk kembali dijual.

Peredaran minyak goreng kemasan yang sudah kadarluarsa tersebut digagalkan usai digrebek petugas di tempat penyimpanan di sebuah gudang milik PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur di Jln. Selindung Lama, Kota Pangkalpinang.

Digudang tersebut pelaku melakukan proses oplosan kemasan minyak goreng kadarluarsa. Pelaku melancarkan aksinya dengan cara membuka kemasan minyak goreng lalu dituang ke dalam dirigen berukuran 5 meter yang kemudian dijual kembali kepada masyarakat.

Dari pengungkapan kasus ini polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka yakni HS (45) selaku General Manager perusahaan tersebut.

"Minyak goreng kadaluarsa yang kita sita ada 22 ton dari berbagai merek. Modusnya minyak goreng kemasan dibuka lalu disaring, dituang ke dalam dirigen 5 berukuran meter kemudian dijual kembali," ujar Brigjen Pol. Anton Wahono kepada wartawan di Selindung Lama, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu (12/8/2017).

Dia menjelaskan, bahwa menurut laporan balai BPOM minyak goreng kadarluarsa oplosan ini sangat berbahaya bagi konsumen, sebab bisa menyebabkan munculnya penyakit kanker.

"Ada berbagai merek minyak goreng seperti Hemart dan lainnya itu dicampur kemudian dituang ke dalam dirigen. Tentunya sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat, dapat menyebabkan kanker," terang Anton.

Lanjut dia, terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan masyarakat ke balai BPOM lalu pihak BPOM melapor ke Krimsus Polda Babel, kemudian dibentuklah Satgas Pangan untuk kemudian melakukan penindakan.

"Setelah mendapat laporan, kita bentuk tim Satgas Pangan lalu kita ambil tindakan untuk mengamankan barang bukti seperti minyak goreng kadarluarsa yang dioplos," tutur Anton.

Sementara Kepala BPOM Pangkalpinang, Rossy Hertati mengatakan, dari balai BPOM sendiri asal melakukan pengawasan rutin hingga ke sarana distribusi pangan guna melakukan pemilahan barang-barang yang sudah kadarluarsa.

"Kita lakukan tindakan pengawasan terhadap barang pangan mana yang sudah kadarluarsa, sampai ke sarana distribusi kita pantau dipilah mana barang kadarluarsa yang tidak boleh beredar dan dikonsumsi masyarakat," imbuhnya.

Maka dari itu, para distributor minyak goreng diimbau segera melapor ke BPOM jika mengetahui praktek yang membahayakan kesehatan masyarakat. Pasalnya, ini sangat berbahaya minyak kadarluarsa dioplos lalu dijual tanpa merek dalam dirigen.

Meskipun demikian, pelaku juga mengaku mendapatkan minyak goreng kemasan tersebut dari perusahaan lain secara resmi. Kemudian melakukan aksinya menjual dalam bentuk dirigen selama satu bulan ini.

"Minyak dari perusahaan lain secara resmi didapatkan," ucap HS (45) pelaku pengoplosan minyak goreng. Akibat perbuatannya kini pelaku dikenakan pidana pasal 139 dan 142 UU No 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar 10 miliar.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming