PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sepertinya tak pernah kehabisan ide untuk membuat sebuah terobosan. Gagasan yang diluncurkannya kali ini, berkaitan dengan dunia pendidikan yang sedang ramai diperbincangkan. Yakni, soal program full day school (FDS).
Hari ini, Pemkab Purwakarta telah melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Kantor Kementerian Agama setempat terkait rencana penerapan FDS berbasis madrasah diniyah dan pesantren yang akan diberlakukan di wilayah itu.
Langkah ini, diharapkan bisa menjadi solusi kekhawatiran para kiai selama ini yang menilai akan hilangnya madrasah diniyah, pasca diterapkannya FDS oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
"Tadi pagi kita sudah teken MoU dengan Kepala Kantor Kementerian Agama. Dan kita sepakat, akan menerapkan sekolah FDS Berbasis Madrasah dan Pesantren," ujar Dedi kepada Okezone, Senin (14/8/2017).
Dedi pun menjelaskan soal konsep pendidikan yang akan diterapkan di wilayahnya ini. Menurutnya, FDS berbasis madrasah diniyah dan pesantren ini nantinya pelajar SD dan SMP akan mendapatkan pelajaran umum sampai siang hari. Selanjutnya siswa akan diarahkan untuk belajar agama di madrasah diniyah pasantren.