Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gerindra Tegaskan Belum 100% Dukung Deddy Mizwar-Syaikhu di Pilgub Jabar

Oris Riswan , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2017 |10:55 WIB
Gerindra Tegaskan Belum 100% Dukung Deddy Mizwar-Syaikhu di Pilgub Jabar
Ketua Gerindra Jawa Barat Mulyadi (Oris/Okezone)
A
A
A

BANDUNG - Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana mengusung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat 2018. Namun, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi mengatakan, pasangan Deddy-Syaikhu belum 100% diusung Gerindra di pilgub mendatang.

Sebab, hingga kini belum ada surat rekomendasi resmi dari DPP Partai Gerindra untuk mengusung Deddy Mizwar. Wakil Gubernur Jawa Barat itu juga belum resmi menjadi kader Gerindra untuk jadi representasi partai.

"Enggak ada 100 persen. Siapa yang bilang 100 persen? Kalau 100 persen itu sudah hitam-putih nama (Deddy-Syaikhu) itu dimasukin, 100 persen itu kalau rekomendasi sudah keluar," kata Mulyadi di Bandung, Senin (21/8/2017) malam.

Menurutnya, Gerindra dan PKS baru mencapai kata kesepahaman, artinya Deddy-Syaikhu belum resmi diusung, meski kedua partai sudah mengarah pada pemberian dukungan.

"Artinya kesepakatan PKS-Gerindra dalam tataran ini, secara partai maupun kader, kita bicara untuk pemahaman bahwa akan bersama-sama, itu dulu. Eksekusinya kita masih menunggu proses yang menjadi persyaratan di partai masing-masing," jelas Mulyadi.

Disinggung soal kemauan Deddy Mizwar menjadi kader, sampai hari ini, hal itu belum terlaksana. Deddy belum resmi menjadi kader meski disebut-sebut akan menempati posisi di dewan pertimbangan. "Sampai hari ini belum ada proses bagaimana beliau menjadi kader," cetusnya.

Untuk menjadi kader Gerindra, kata Mulyadi, ada beberapa tahapan yang harus ditempuh, mulai dari membuat kartu anggota, mengikuti pendidikan, hingga memahami aturan organisasi. Hal itu yang belum ditempuh oleh Deddy Mizwar.

Menyusul Deddy Mizwar belum 100% diusung Gerindra, partai dipimpin Prabowo Subianto itu tadi malam menggelar pertemuan di Hotel Horison, Bandung, yang dihadiri para petinggi PPP, PKB, PAN, Demokrat, dan Hanura.

Mulyadi sendiri datang ke lokasi atas inisiatifnya sendiri sekaligus mewakili Gerindra. Hadirnya Mulyadi dalam pertemuan itu menyeruak kabar bahwa Gerindra akan berpaling dukungan dari Deddy-Syaikhu.

Ketua DPW PPP Jawa Barat, Ade Munawaroh Yasin mengatakan, hadirnya Mulyadi dalam pertemuan itu bukan paksaan. Tapi, soal kemungkinan akan berkoalisi atau tidak, itu terserah Mulyadi dan Gerindra.

"Ini kan dengan kesadaran sendiri Kang Mulyadi datang bertemu kita, untuk berdiskusi dengan kita, dan ini saya serahkan ke Kang Mulyadi apa yang akan beliau lakukan untuk selanjutnya," kata Ade.

Dijelaskannya, dalam pertemuan itu memang didapat kesepahaman di antara semua partai. Semuanya ingin mencetak pemimpin terbaik untuk Jawa Barat. Selain itu, semuanya juga menginginkan situasi yang kondusif di Jawa Barat selama rangkaian pilgub berlangsung.

Tapi, soal koalisi, hal itu belum dipastikan secara resmi meski sinyal ke arah sana sudah ada, khususnya dengan partai lain di luar Gerindra. PPP bersama empat partai lain memilih menyiapkan 'perahu' sebelum berlayar dengan penumpang.

"Jadi kita buat kendaraannya dulu. Kendaraan itu mudah-mudahan jadi kendaraan besar, lalu kita cari penumpang (kandidat yang pas untuk diusung). Bukan penumpang yang nunjuk begitu saja kendaraan," jelas Ade.

Sementara Mulyadi menyebut kehadirannya sebagai bagian dari silaturahmi. Apalagi, pada 2018 mendatang bukan hanya pilgub yang akan digelar. Tapi, ada pilkada serentak yang digelar di 16 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Atas dasar itu, ia meminta kehadirannya jangan hanya dikaitkan dengan pilgub. Sebab, ada kemungkinan yang lebih luas. Bisa saja Gerindra berkoalisi dengan partai selain PKS di kabupaten/kota.

"Saya hadir sebagai bagian dari masyarakat Jawa Barat yang diberi amanah untuk memimpin partai. Kami sepakat ini diskusi pilkada, agar kondusif, kita tidak ingin konstalasi DKI bergerak ke Jawa Barat suhunya naik sampai ke nasional," tutur Mulyadi.

"Mindset-nya jangan berpikir pilgub terus. Tapi ada 16 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada serentak," ucapnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement