nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Militer Filipina Klaim Pimpinan Militan Maute Terjebak di Marawi

Emirald Julio, Jurnalis · Jum'at 01 September 2017 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 01 18 1767408 militer-filipina-klaim-pimpinan-militan-maute-terjebak-di-marawi-gxfVWqm5RN.jpg Foto operasi militer Filipina di Kota Marawi (Foto: Reuters)

MARAWI – Salah satu aktor kunci dalam penyerangan kelompok militan radikal di Kota Marawi, Filipina, adalah Omarkhayam dan Abdullah Maute. Keduanya merupakan pimpinan kelompok militan Maute dan militer Filipina mengklaim kakak adik itu saat ini terjebak di dalam Kota Marawi.

Sebagaimana dikutip dari Inquirer, Jumat (1/9/2017) Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Eduardo Ano, mengatakan bahwa selain kakak-adik Maute, pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, juga ikut terjebak di Marawi.

BACA JUGA: Heboh! Petinju Legendaris Filipina Kunjungi Marawi

BACA JUGA: Pesawat Mata-Mata Australia Bantu Filipina Tuntaskan Pertempuran Marawi

“Tujuan utama kami adalah tidak ada jalan keluar, tidak ada jalan untuk mereka. Mereka mengatakan ingin pergi ke surga, maka kami akan berikan mereka kesempatan pergi ke sana,” ujar Ano sambil berkelakar pada Selasa 29 Agustus 2017.

Pernyataan Ano itu dikeluarkan bertepatan dengan 99 hari semenjak militer Filipina mulai menggempur kelompok militan radikal yang menduduki Kota Marawi. Sekadar informasi, kelompok Abu Sayyaf dan Maute berniat untuk menjadikan Marawi sebagai daerah kantong ISIS di wilayah Asia Tenggara.

Jenderal Ano menyatakan bahwa berdasarkan perkembangan di lapangan terdapat indikasi Marawi dapat segera bebas dari cengkeraman kelompok militan radikal. Namun, ia tidak memberikan kepastian kapan tepatnya kota tersebut akan bebas.

BACA JUGA: Militer Filipina: Saat Ini Militan di Marawi Kurang dari 40 Orang

BACA JUGA: Salut! Tembak Kelompok Militan, Presiden Duterte: Saya Siap Mati bagi Filipina

“Sengaja kita mengambil benteng-benteng mereka, terutama Masjid Agung, Kami dengan senang hati mengatakan kami dapat mempertahankannya dan kami tidak meledakkannya. Kami tidak mengizinkan tentara masuk. Tentara dan polisi Muslim kami pun salat di masjid tersebut,” tutur Ano.

Ano mengatakan, bala bantuan untuk kelompok militan radikal di Maute sempat mencoba masuk ke kota tersebut melalui Danau Lanao. Untungnya, tentara Filipina berhasil mencegat perahu yang digunakan mereka dan menyebabkan 10 anggota militan radikal tewas di danau itu.

Ano menyebut, saat ini militer Filipina memperkirakan kelompok militan radikal di Maute tengah bersiap melakukan penyerangan habis-habisan. Namun, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina itu menegaskan, pasukannya siap melawan mereka. “Kami ingin menunjukkan ke mana pun mereka pergi, jika mereka mencoba untuk memperkuat atau melarikan diri, kami siap melawan mereka,” tambahnya.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini