JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru-baru ini menemukan adanya sisa aset milik bos agen perjalanan First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan sebesar Rp7 miliar. Sisa aset tersebut tersimpan di 50 rekening yang sudah dibekukan oleh PPATK.
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, pihaknya berharap ada temuan sisa aset lain. "Kita berharap iya, karena kan hasil penelusuran, sudah diserahkan kepada pihak kepolisian," kata Kiagus di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).
Saat ini sisa aset tersebut telah diserahkan ke penyidik Bareskrim Polri. "Beri dulu kesempatan penyidik untuk melaksanakan tugasnya dengan tenang dan baik," lanjut dia.
(Baca: Kasus First Travel, Ini Daftar 4 Rumah dan 8 Perusahaan yang Disita Polisi)
Sementara aset dalam bentuk tanah dan rumah, bisa terdeteksi oleh PPATK jika melalui prosedur perbankan. Selebihnya, hasil penelusuran diserahkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti.
"Kami hanya melihat dari transaksinya nanti kebenaran itu akan diverifikasi kembali oleh penyidik apakah proses transaksinya itu barangnya masih ada dan sebagainya itu nanti lebih clearnya setelah penyelidikannya tuntas," terang Kiagus.
Selain temuan sisa aset Rp7 miliar, PPATK sebelumnya juga menemukan aliran dana untuk membeli saham sebuah restoran di London, Inggris sebesar 40%. Selanjutnya, PPATK masih menelusuri ada atau tidaknya sisa dana dari pembelian saham restoran tersebut.
(Baca juga: Bergelimang Harta, Bos First Travel Diduga Alami Delusi)
Sebelumnya diketahui, dari 72.682 orang pendaftar, First Travel baru memberangkatkan 14.000 orang, menyisakan sebanyak 58.682 calon jamaah yang masih terkatung-katung. PPATK sebelumnya juga telah meminta Polri membekukan rekening First Travel. Namun dari dua rekening perusahaan tersebut, saldonya hanya berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.