SETIAP jamaah haji dari seluruh dunia di tanah suci Makkah, Arab Saudi, pasti menjumpai Kakbah. Mereka bersalat maupun melakukan tawaf atau mengelilingi bangunan yang menjadi kiblat ini sebanyak tujuh kali. Tapi tahukah Anda, bagaimana bangunan Kakbah bisa ada sampai sekarang. Berikut akan Okezone paparkan sejarahnya secara singkat.
Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Minggu (3/9/2017), diriwayatkan bangunan Kakbah dipugar oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dan putranya Nabi Ismail alaihissalam. Keduanya meninggikan Ka’bah al Musyarrafah (Kakbah yang suci) atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kakbah memiliki tinggi 9 hasta (4,5 meter); panjangnya dari arah timur 32 hasta (16 meter), dari arah barat 31 hasta (15,5 meter), dari arah selatan 20 hasta (10 meter), dan dari arah selatan 22 hasta (11 meter).
Awalnya wilayah di Kompleks Masjidil Haram, lokasi Kakbah saat ini, merupakan sebuah tanah lapang yang panas dan gersang. Hingga suatu saat terjadi peristiwa dari istri Nabi Ibrahim alaihissalam yakni Hajar dan Nabi Ismail alaihissalam yang memunculkan air zamzam kemudian membuat tempat tersebut berkah seperti sekarang.
Di dalam Alquran, hal ini pun dijelaskan:
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS Ibrahim: 37)